METROPOSTNews.com | Lebak – Rumah isolasi terpadu (Isoter) Lebak bagi pasien Covid-19 di Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial (BPPS) Pasir Ona Rangkasbitung ditutup pelayanannya. Hal tersebut dikarenakan, saat ini sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi.
Meski begitu, menurut Ajis Suhendi, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak, pemerintah selalu siap sedia dan selalu waspada jika ke depan pasien Covid kembali melonjak.
“Iya betul kang, saat ini rumah isolasi terpadu kita tutup sementara. Karena sudah tidak ada lagi pasien Covid yang melakukan isolasi disitu. Namun demikian, kita tetap waspada, jika kasus Covid 19 kembali melonjak,” kata Ajis Suhendi kepada wartawan, Senin (21/03/2022).
Masih kata Ajis, saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang merapihkan puluhan ranjang yang tersedia di rumah Isoter. Kemudian, ranjang ranjang itu ada disimpan di tempat yang aman.
Menurutnya, nihilnya jumlah pasien Covid-19 di rumah isolasi terpadu, seiring dengan menurunkan kasus penularan virus menjengkelkan tersebut. Lantaran, berdasarkan update harian Covid yang dikeluarkan Dinas Kesehatan per tanggal 20 Maret 2022, jumlah pasien Covid yang melakukan isolasi tinggal 158.
“Kasus harian Covid-19 di Lebak cenderung menurun drastis. Saat ini, tinggal menyisakan 158 orang yang melakukan isolasi, baik itu di rumah masing masing atau di RSUD Adjidarmo,” ujar Ajis.
Lebih lanjut, Ajis menuturkan, berdasarkan update kasus Covid 19 di Kabupaten Lebak, jumlah terkonfirmasi secara keseluruhan sekitar 13.816, dengan rincian pasien yang melakukan isolasi sebanyak 158, pasien sembuh 13.436, serta meninggal dunia sekitar 222 orang.
Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi di RSUD Adjidarmo juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. Karena, hanya tersisa 7 pasien saja.
“Saat ini tinggal 7 orang. Dari jumlah 45 tempat tidur yang disediakan di ruangan anggur,” kata Kabid Humas RSUD Adjidarmo, dr Jauhari Assukri. (Ajat)



