Metropostnews.com/Tasikmalaya –Salah satu Sekolah Kejuruan favorit di Kota Tasikmalaya yakni SMKN 2 Tasikmalaya sedang hangat jadi perbincangan pasalnya sekolah yang beralamat di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang tersebut ada beberapa orang tua yang mengeluhkan bahwa Sekolah yang Berstatus Sekolah Negeri ini Banyak meminta sumbangan kepada orang tua muridnya.
Kemudian, Metropostnews berhasil menemui dan meminta keterangan kepada komite sekolah SMKN 2 Tasikmalaya terkait masalah tersebut, dalam pertemuan yang bertempat di ruang komite sekolah itu dihadiri oleh H. Deddy Koesnadi yang menjabat sebagai ketua komite sekolah, Bpk Rusliana sebagai pengawas komite, juga jajaran komite lainnya. (Rabu, 16/03/2022).
Saat di temui, Komite Sekolah sedang mengadakan rapat dalam rangka masa transisi pergantian kepala sekolah yang lama ke kepala sekolah baru yang sebelum nya menjabat di kepala sekolah 1 Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
“ya, kami mengadakan rapat jelang peralihan kepala sekolah, mantan 1 cipatujah akan menemui komite sekolah pada hari senin mendatang untuk membicarakan rencana yang belum selesai semoga dapat terselesaikan” ujar H. Deddy Koesdiana.
“Terkait sumbangan yang di berikan untuk sekolah, saya berbicara bahwa seluruh biaya yang bersumber dari dana BOS sangat tidak mencukupi dananya. contoh nya untuk kegiatan para siswa misalnya pertandingan olahraga kesenian dan ekstra kulikuler lainnya, contohnya juga seperti kebutuhan air minum, makan misal kayak mie dan lainya,” sambung nya.
komite juga menjelaskan sumbangan tersebut berasal dari alumni, guru, serta orang tua murid yang bersekolah di SMKN 2 Tasikmalaya.
“sekolah ini tidak cukup bila hanya di biayai oleh bos. karena kegitan olahraga dan kegiatan lainya engga di ada di bos. Jangan kan untuk kegiatan2, beli bunga untuk d halaman sekolah pun itu saya yang beli itu contoh nya. Apa ada uang dari jokowi untuk itu?. saya bilang tidak ada.” Tegas Ketua Komite Sekolah SMKN 2 Tasikmalaya yang sekaligus sebagai alumni pertama di sekolah tersebut
Untuk Jumlah keseluruhan siswa di SMKN 2 Tasikmalaya ini sebanyak 2460 siswa. jumlah guru nya 157. Berulang – Ulang Ketua Komite menjelaskan Sekolah ini tidak cukup bila hanya di biayai oleh bos.
” Contoh lainya untuk futsal butuh kaos itu siswa yang udunan ( patungan ) sehingga sekolah kami bisa terus menjadi juara, seperti itu. Banyak juga kegiatan yang lainya yang tidak terkaper dan terakomodir oleh dana bos. ‘nu tektek bengek namah moal ka kaper ku nagara oge’.” Tambah Rusliana Pengawas Komite.
” Kami sangat butuh bantuan masyarakat dan pihak lainya untuk membantu membangun mesjid di sekolah ini. Karena untuk murid sebanyak itu masjid yang ada tidak dapat menampung, Bahkan sampai – sampai dari solat dzuhur sift nya bisa sampai solat ashar, kami sangat miris banget melihat nya”, Pungkas jajaran komite Sekolah.
Sebelumnya MetropostNews mendapati Orang tua siswa sekolah tersebut yang enggan di sebutkan namanya bahwa sumbangan itu orang tua siswa hanya tinggal memilih opsi besaran sumbangan yang telah di tentukan oleh sekolah.
“Saat rapat orang tua siswa yang di laksanakan tidak jauh dari tahun ajaran baru di jelaskan oleh pihak sekolah bahwa sumbangan tersebut tinggal orang tua siswa yang memilih, tidak seikhlasnya. Pilihan tersebut hanya ada 2 opsi sumbangan orang tua yang bernilai 1.5jt atau yang besaran nya 3jt. Dalam rapat orangtua murid bersama pihak sekolah selain sumbangan juga ada biaya terpisah seperti seragam sebesar 850rbu yang termasuk seragam batik dan seragam olahraga sekolah.” Terangnya
Orang tua sisawa tersebut juga menjelaskan bahwa sumbangan yang 1.5jt atau 3jt bisa di bayarkan dengan cara di cicil. Sampai saat berita ini di turunkan Mentropost belum mendapatkan keterangan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, khususnya KCD wilayah XII. (Iwan)
