METROPOSTNews.com | Lebak – Mantan Bupati Lebak yang kini menjadi pengusaha Nasional, H Mulyadi Jayabaya (JB) mempertanyakan dana bantuan Rp 2,9 milyar tahun 2020 yang dikelola PDAM Tirta Lebak untuk perbaikan jaringan PDAM di Lebak. Karena, pekerjaannya tidak nampak dan tidak berdampak pada perbaikan layanan kepada masyarakat.
Menurut JB, manajemen perusahan plat merah tersebut harus serius dalam mengelola perusahaan. Sehingga, pelayanan pelanggan yang akan dinilai baik dan target pendapatan PDAM bisa bertambah setiap tahunnya.
“Kami persilahkan aparat penegak hukum (APH) menindaklanjuti jika memang ada indikasi penyalahgunaan anggaran,” kata JB, saat menghadiri rapat koordinasi Pemkab Lebak bersama manajemen PDAM di Aula Multatuli, Rabu (26/01/2022).
Lanjutnya, ia hadir dalam rakor ini merupakan salah satu bentuk sayangnya kepada Pemkab Lebak dan manajemen PDAM. Sehingga, dirinya mendukung kebijakan Plt Dirut, Wawan Kuswanto yang baru ini dan telah banyak melakukan perubahan untuk kebaikan PDAM ini.
“Saya mengapresiasi pendapatan PDAM yang meningkat, pendapatan tahun 2021 Rp 1,6 milyar pertahun, sekarang menjadi Rp 2,7 milyar dibawah pimpinan Dirut yang baru,” ujarnya.
Terkait konsultan, pihaknya minta agar dievaluasi, karena konsultan yang ada saat ini sudah tidak sehat dan tidak mempunyai tujuan untuk memajukan perusahaan.
“Saya tidak mau lagi mendengar penandatanganan kontrak dilakukan di Jakarta, kita yang harus bisa menentukan arah dan tujuan perusahaan ini mau dibawa kemana, kalau ingin maju harus punya kemauan yang kuat untuk memajukannya dengan tim yang solid tentunya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, banyak yang harus diperbaiki di tubuh perusahaan daerah tersebut, selain jaringan pipa utama yang harus segera diperbaiki, juga manajemen PDAM harus bekerja sebagai tim. Sehingga tidak ada lagi gondok-gondokan di internal PDAM.
“Kami melhat manajemen harus segera memperbaiki diri, apalagi tahun depan akan ada perbaikan pipa utama demi pelayanan konsumen yang saat ini berjumlah 33 ribu pelanggan yang aktif,” kata Iti.
Pelayanan dan kinerja yang buruk ini, lanjut Iti, membuat sumber daya alam yang melimpah di Lebak tidak dapat dikelola dengan baik dan maksimal.
“Ke depan saya minta manajemen agar responsif, adaptif dan kreatif menuju perusahaan yang sehat dengan pelayanan yang prima,” ujar Iti.
Plt Dirut PDAM Tirta Lebak, Wawan Kuswanto, mengaku siap membawa Perusahaan milik Pemkab Lebak ini ke arah yang maju dan lebih baik lagi.
“Iya kita secara bertahap akan memperbaiki kelemahan jaringan pipa dan mesin pompa yang saat ini selalu jadi kendala dalam pendistribusian air bersih kepada pelanggan,” ucap Wawan. (Ajat)



