METROPOST1.COM, Majalengka — Caslam, kakek yang jadi korban pemukulan sejumlah warga lantaran mengambil barang milik salah satu warga Desa Cibogor, Kecamatan Ligung, diketahui sudah menggeluti profesi sebagai pemulung selama puluhan tahun.
Kebutuhan rumah tangga jadi alasan mengapa Caslam menjadi pemulung di usianya yang sudah senja itu.
Caslam mengaku sudah biasa berkeliling desa untuk mencari barang rongsokan. Bahkan, dirinya sudah terbiasa keluar masuk Desa Cibogor, tempat dirinya mendapat kekerasan setelah mengambil barang milik warga setempat.
“Sering juga warga di sana (Desa Cibogor) ngasih (rongsokan). Ya udah sering ke desa itu mah,” kata Caslam, Jumat 29 Oktober 2021.
Mimin, adik kandung Caslam mengatakan, kakaknya sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pemulung.
Aktivitas tersebut sengaja dilakukan kakaknya lantaran kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi.
“Kakak saya ini punya anak dua orang. Yang gede perempuan, ikut suaminya. Nah satu lagi laki, dia tinggal di sini,” jelas Mimin.
Anak laki-laki Caslam, jelas Mimin, tidak bisa leluasa mencari pekerjaan. Pasalnya dia harus merawat ibunya yang mengalami sakit stroke. Anak laki-laki Caslam inilah yang setiap saat merawat istri Caslam tersebut.
“Sebenarnya kalau kakak saya sanggup mah, anaknya bisa cari kerja. Masalahnya kan kakak saya nggak bisa. Istrinya ini kan harus digotong, dimandikan. Makanya, yang ngurusnya teh anaknya. Kakak saya yang tetap jadi pemulung,” jelas dia.
“Kakak saya udah nggak 1-2 taun jadi pemulung. Udah puluhan tahun. Baru kemarin ada kejadian itu,” lanjut Mimin.
Kendati sempat dipukul beberapa kali, tetapi kondisi Caslam tampak baik. Bahkan pada Senin (25/10/2021) kemarin, dia masih sempat cari rongsokan.
“Tapi belum dijual. Selasa udah nggak keluar lagi, karena suka ada tamu yang nyari,” papar dia.
“Kondisinya mah ya baik. Mungkin karena dia biasa capek, ngegowes gerobak cari rongsokan kemana-mana kan,” lanjut dia.
Sementara, Caslam bersikukuh dia tidak berniat mencuri Tas milik Toto. Dia beralasan mengambil Tas untuk diamankan.
“Kalau niat nyuri mah, kakak saya kan pasti langsung pergi, tapi ini mah kan nggak. Tetap cari rongsokan di desa itu,” jelas Mimin.
Caslam sendiri sebelumnya pernah menemukan Tas milik pengguna jalan yang terjatuh. Saat itu, ada sejumlah uang di dalam Tas yang terjatuh tersebut.
“Saya panggil-panggil orangnya, tapi nggak kedengeran. Ya udah saya simpan aja. Terus nggak lama dia balik lagi, nanya ke saya liat tas nggak. Saya bilang liat, dan pas diperiksa, ya uangnya masih ada utuh. Terus saya dikasih (uang) juga,” jelas Caslam menimpali. ( Ade)



