MetropostNews.com | TANGERANG — Program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubella di Kelurahan Sukamulya resmi digencarkan. Namun di balik upaya ini, pemerintah setempat dihadapkan pada tantangan klasik: masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Kegiatan yang digelar bersama Puskesmas Cikupa disetiap Posyandu Kelurahan Sukamulya, Kamis (2/4), tidak hanya menjadi agenda kesehatan rutin, tetapi juga “alarm keras” bagi warga yang masih menganggap campak sebagai penyakit biasa.
Lurah Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, S.IP, secara terbuka mengakui bahwa kendala di lapangan bukan pada fasilitas, melainkan pada pola pikir masyarakat yang masih abai.
“Fasilitas ada, tenaga kesehatan siap, kader bergerak. Tapi kalau orang tuanya tidak mau datang, ini yang jadi persoalan. Padahal risikonya bukan main-main,” tegas Soni.
Ia menekankan bahwa campak bukan sekadar ruam kulit, melainkan penyakit yang bisa berkembang menjadi pneumonia bahkan mengancam nyawa balita. Ironisnya, masih ada orang tua yang memilih menunda bahkan mengabaikan imunisasi.
“Kita sering temui kasus, anak sudah sakit baru panik. Ini yang harus diubah. Jangan tunggu kondisi darurat baru bergerak,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan ORI ini, pemerintah kelurahan menggandeng kader Posyandu, TP-PKK, hingga perangkat RT/RW untuk melakukan jemput bola. Edukasi door to door pun mulai digencarkan demi mengejar cakupan imunisasi yang maksimal.
Namun, tantangan lain juga muncul dari maraknya informasi yang menyesatkan terkait vaksin, yang membuat sebagian warga ragu.
“Kita juga lawan hoaks. Ini penting. Jangan sampai informasi yang tidak benar justru membahayakan anak-anak kita sendiri,” tambah Soni.
Secara medis, campak diketahui dapat merusak sistem pernapasan dan membuka peluang infeksi sekunder yang berbahaya. Gejala seperti batuk berat, demam tinggi, hingga sesak napas harus menjadi perhatian serius bagi orang tua.
Melalui ORI ini, Pemkab Tangerang menargetkan terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity). Namun target tersebut tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif masyarakat
“Program ini tidak akan berhasil kalau hanya pemerintah yang bergerak. Orang tua harus sadar, ini soal keselamatan anak mereka sendiri,” tegasnya lagi.
Pemerintah Kelurahan Sukamulya pun mengingatkan, pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibandingkan penanganan saat anak sudah terpapar penyakit.
“Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari hanya karena lalai hari ini,” pungkas Soni. (Rediana/Reggy)
