METROPOSTNews.com | Lebak – Dalam rangka mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di tengah Pandemi Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KEMENPUPR) menurunkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai wujud peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Seperti halnya yang dilakukan oleh P3A Kuntum Mekar, Desa Parage, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak yang sangat antusias melaksanakan program tersebut.
Pantauan di lapangan, P3A Kuntum Mekar sedang melakukan kegiatan program P3-TGAI yang berlokasi di Daerah Irigasi (DI) Ciherang, Desa Parage, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak dengan anggaran sebesar Rp. 195 juta rupiah yang berasal dari APBN tahun 2022
Ketua P3A Kuntum Mekar, Qowiyul Amin mengatakan, P3-TGAI adalah program rehabilitasi, peningkatan atau pembangunan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan sendiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Masih kata Amin, program ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya yang tergabung dalam P3A Kuntum Mekar. Kali ini, lanjut Amin, P3A Kuntum Mekar mendapat bantuan dana sebesar Rp. 195 juta yang bersumber dari APBN tahun 2022. Dana sebesar itu, lanjut Amin lagi, diperuntukan untuk membangun jaringan irigasi sepanjang 285 meter kanan kiri guna mengoptimalkan fungsi irigasi dalam mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 15 hektar.
”Ya, Program ini sangat bermanfaat bagi kami yang tergabung dalam P3A Kuntum Mekar dan kami juga memperhatikan segala regulasi yang sudah ditentukan, mulai dari bahan bangunannya, pengerjaannya, ukuran tinggi lebarnya dan lain sebagainya, karena jangan sampai program tersebut dikerjakan asal-asalan, yang nantinya berdampak pada kami sendiri,” kata Amin saat ditemui di lokasi, Sabtu (21/05/2022)
Masih kata Amin lagi, dalam pelaksanaan P3-TGAI kali ini, pihaknya selalu terbuka untuk diawasi dan dikontrol oleh berbagai pihak. Hal itu, menurut Amin, untuk transparansi dalam mewujudkan hasil yang sesuai harapan
“Kontroling selain dari pihak pendamping maupun dari pihak manapun kami selalu terbuka guna mewujudkan hasil yang memuaskan, sehingga bermanfaat untuk jangka panjang bagi kami sebagai petani maupun P3A Kuntum Mekar, Desa Parage,” terang Amin.
Amin berharap, kedepannya masyarakat khususnya petani yang sawahnya terairi Daerah Irigasi yang saat ini digarap tidak lagi kesulitan air untuk mengolah atau menggarap lahan pertaniannya disaat musim kemarau serta sektor pertanian yang terairi irigasi ini bisa berkembang bukan hanya sektor pertanian saja, disektor perikanan pun dapat dikembangkan.
“Saya harap masyarakat (petani -red) ikut serta kedepannya menjaga serta merawat daerah irigasi yang telah dibangun ini dan semoga program ini tidak berhenti sampai disini dan terus berlanjut, karena masih banyak jaringan irigasi di daerahnya yang sudah tidak berfungsi atau rusak,” ungkap Amin.

Sementara itu, Rodi, salah seorang petani penggarap yang juga ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan irigasi itu mengucapkan terimakasih atas dibangunnya jaringan irigasi di sekitar area persawahannya.
Menurut Rodi, pihaknya dari dulu sangat kesulitan air untuk menggarap sawah dikarenakan akses air dari hulu ke areal persawahannya sangat jauh dengan medan yang sedikit terjal, sehingga air yang menuju area persawahannya banyak terhambat di perjalanan.
“P3-TGAI ini sangat memiliki banyak manfaat bagi petani. Kami sangat senang dapat mengolah sawah dan bertani secara normal dengan mendapat pasokan air yang baik untuk sawah-sawah kami,” ucap Rodi dengan nada optimis.
(Ajat)



