METROPOSTNews.com | Cirebon – Suka cita momentum Idul fitri tahun ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi semua. Hal tersebut disampaikan Walikota Cirebon, H Nashrudin Azis sesaat sebelum menunaikan sholat ied di Masjid Raya Attaqwa, Kota Cirebon, Senin (2/5/22).
“Selain itu, Hari Raya Idul fitri juga merupakan momentum yang teramat baik untuk introspeksi. Menguatkan kesadaran bahwa harta, jabatan, maupun status sosial bukan hal utama di hadapan Allah SWT,” kata Azis.
Dikatakannya, manusia hanyalah makhluk-yang tidak memiliki daya apapun di hadapan-Nya.
Ia bersyukur, Ramadan telah menempa umat Islam untuk sabar meniti jalan keimanan dan ketakwaan. Melatih sabar menghadapi kesulitan, sabar dalam menjalankan perintah Allah, dan sabar dalam menjauhi larangan-Nya.
“Hal ini semoga dapat selalu kita terapkan dalam seluruh aktivitas kita, sehingga tidak menjadi manusia yang Hubbud-dunya; lebih mementingkan dunia daripada kehidupan akhirat yang dijanjikan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu pula, Azis berterimakasih dan mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat aktif dalam membangun Kota Cirebon di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak, berbagai prestasi telah diraih oleh Kota Cirebon,” katanya.
Idulfitri 1443 H, Wali Kota Cirebon: Momentum Kuatkan Sisi Spiritual dan Kesalehan Sosial
Idulfitri 1443 H, Wali Kota Cirebon: Momentum Kuatkan Sisi Spiritual dan Kesalehan Sosial
Kolaborasi dan sinergi para pihak pula yang turut membawa Kota Cirebon berpacu bangkit setelah pandemi Covid-19 melandai. Kini perekonomian maupun geliat lainnya di tengah masyarakat berangsur menunjukkan tren yang positif.
“Pandemi Covid-19 memang belum usai. Namun, dengan doa, optimisme, dan sinergi dari seluruh elemen, kita meyakini bahwa ekonomi Kota Cirebon akan bangkit dan kembali normal seperti sedia kala,” tutur Azis.
Tidak hanya itu, dalam kehidupan sosial-politik, situasi di Kota Cirebon juga sangat kondusif. Setidaknya terlihat dari minimnya gesekan antarmasyarakat dan antar kelompok.
“Hal ini juga terejawantahkan dalam kehidupan beragama di Kota Cirebon yang penuh dengan toleransi. Keragaman sejatinya tidak mengurangi persatuan dan kesatuan masyarakat di Kota Cirebon,” katanya.
Hal itu, menurut Azis, membanggakan dan menenangkan. Kota Cirebon menunjukkan bahwa pembangunan dan kehidupan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam kebhinekaan dan harmoni yang terjaga.
“Semoga suasana kehidupan beragama ini dapat senantiasa dipertahankan untuk mewujudkan Kota Cirebon; Kota Religius,” katanya.
Secara pribadi, dirinya maupun atas nama Pemda Kota Cirebon menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon atas segala kekhilafan selama ini.



