METROPOSTNews.com | Majalengka – Pusat Inkubator Bisnis atau Orange Universitas Padjajaran bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI.
Tadi pagi melaksanakan monitoring bisnis Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) yang digelar secara Virtual Ekspo.
Gelar Produk Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) bertempat di Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Staff Ahli Inkubator Bisnis Bidang Agribisnis UNPAD Gema Wibawa Mukti mengatakan, Kedai tersebut merupakan suatu program pendampingan yang dilaksanakan selama 4 bulan.
Menurut dia, Program pendampingan kedai ini adalah sebuah lanjutan dari program ProKUS pertama yang dilaksanakan pada tahun 2020 lalu.
“Alhamdulillah ditutup dengan peresmian kedai ProKUS, tempat para KPM berkumpul untuk memasarkan produknya,” kata Gema, Rabu 12 Januari 2022.
Ia menjelaskan, sekarang program KPM yang produknya dipasarkan baru sekitar 20 persen saja.
“Kedepan insa allah semua bisa tergabung disini,” ucapnya.
Ketika ditanyakan terkait produk jelas dia, sudah ada 24 yang masuk, sudah dikemas nantinya akan ditingkatkan juga mengenai nilai produknya juga.
Sambung dia, selain itu akan dilakukan juga mengenai pembinaan secara manajemen bisnisnya, mulai dari pencatatan keuangan, pemasaran kemasan dan lain sebagainya.
“Jadi kita lebih banyak mendampingi teman KPM itu dalam bentuk manajemen usahanya, itu yang kita dorong,” ujarnya.
Dari segi pemasaran produk ia menjelaskan akan membantu mendorong secara online, cuman ada juga yang dipasarkan secara offline.
“Jadi yang paling penting itu bagaimana mengemas sebuah produk lebih baik untuk meningkatkan kualitas dari nilai produk tersebut,” tuturnya.
Sementara ditempat terpisah salah seorang penerima PKM bernama Idah Widaningsih mengatakan, “Alhamdulillah produk kita dibantu juga, terutama dari segi pemasaran lewat online meskipun masih dalam tahap proses belajar,” kata Idah.
Terkait omset dari sebuah produk ia pun mengatakan, “Alhamdulillah ada peningkatan dari sisi finansial dengan adanya pemasaran secara online tersebut,” jelasnya.
Kedai ProKUS akan dikelola langsung oleh KPM, jadi kita memilih KPM yang memiliki komitmen untuk berkembang dan kalau itu sudah tercapai orang akan datang dengan sendirinya ke kedai ini. ( Ade)



