METROPOSTNews.com | INDRAMAYU – Gelembung gelembung rembesan minyak jenis solar yang keluar dari dalam laut terlihat mengapung tengah laut sekitaran UP 6 Pertamina Balongan Desa Balongan, Kec. Balongan, Kab. Indramayu ( 17/3/2022 ).
Berawal dari informasi masyarakat Desa Langgen kec. Balongan, Kab. Indramayu yang berprofesi sebagai nelayan merasa terganggu dengan adanya ceceran minyak diduga jenis solar yang berada di tengah laut sekitar 4 hari yang lalu yaitu tepatnya ( 14 Maret 2022 ).

Setelah itu awak media metropostnews bersama LSM KPK NUSANTARA melakukan penelusuran langsung ke tengah laut pada malam hari ( 16 Maret 2022 ) pukul 19’00 menggunakan perahu milik nelayan guna memastikan informasi dari masyarakat.
Dari penelusuran awak media metropostnews beserta team investigasi LSM KPK NUSANTARA, di area laut yang berjarak sekitar 300 meteran tepatnya di depan PELSUS ( Pelabuhan Khusus ) UP 6 Pertamina Balongan tercium bau minyak jenis solar yang sangat menyengat.
Awak media metropostnews pun berusaha mencari titik rembesan kebocoran solar tersebut.
Dikarenakan suasana malam dan kondisi laut terlihat sangat gelap sehingga tidak menemukan titik rembesan minyak tersebut, awak media hanya mengambil air yang tercampur minyak tersebut.
Di saat tangan dicelupkan ke dalam air laut, tampak jelas minyak yang menempel di tangan, dan yang lebih anehnya di zona area itu tidak tampak bentuk pengamanan atau tanda Emergency dari pihak UP 6 Pertamina Balongan, baik itu emergency lampu ataupun bentuk apapun yang bersifat pengamanan area.
Yang terlihat hanya seperti jenis selang berukuran tidak terlalu besar sepanjang kurang lebih 50 meter yang mengapung di permukaan laut dan bahkan lampu UP 6 Pertamina Balongan yang mengarah ke laut tidak menyala.
HR selaku masyarakat yang menjalankan perahu mengantarkan awak media metropotsnews dan LSM KPK NUSANTARA melakukan penyusuran ke tengah laut mengatakan, “Dengan adanya ceceran atau gumpalan gumpalan minyak yang cukup luas ini membuat para nelayan mengalami kesulitan dalam mendapatkan ikan di perairan tersebut dikarenakan faktor pencemaran lingkungan yang terjadi di perairan tersebut” ungkapnya.
“Sebelum terjadinya rembesan minyak, ada kapal asing yang melintas di area ini lalu baling baling kapal menyangkut jaring ikan milik nelayan, setelah itu diturunkan team penyelam untuk melepaskan jaring yang menyangkut di baling baling kapal tersebut, selanjutnya kapal kembali bergerak ke ketengah dan berhenti hingga hari ini.” Pungkasnya.
Dikutip dari keterangan Agus Seha, ketua DPC LSM KPK NUSANTARA Kab. Indramayu yang mendapatkan informasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup menuturkan, “Dinas lingkungan Hidup telah menurunkan staf atau team untuk mengambil sempel air laut serta akan melayangkan surat kepada UP 6 Pertamina Balongan serta menunggu jawaban resmi dari pihak Pertamina terkait kebocoran dari pipa Pertamina yang terjadi di bawah laut.” Pungkasnya. ( T Ragil )



