METROPOST1.COM, Indramayu — Program bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Tunai jadi ladang basah bisnis para calo yang gemar memanfaatkan situasi ketika pencairan bantuan dari pemerintah baik tunai maupun non tunai, disitulah mereka cari celah untuk meraup keuntungan.
Terlebih para oknum desa, oknum pendamping desa maupun kelompok berpesta dengan cara mengumpulkan kartu KPM, KKS, PKH serta bantuan lainnya demi memperkaya kelompok dan perorangan.

Dewan Pimpinan Pusat Inovasi Kemaslahatan (DPP LSM IK), Sodikin menyampaikan dengan sangat kepada para pendamping KPM seperti ketua kelompok, RT, atau perangkat desa agar supaya tidak mengumpulkan kartu PKH KKS KPM BPNT karena itu sudah melanggar syarat dan ketentuan kementrian sosial, biarlah pemilik kartu KKS atau kartu bansos lain nya sendiri yang memegang dan mencairkannya di E warung yang sudah resmi di tunjuk.
Ditambahkan Sodikin “Apabila masih ada kartu KKS atau kartu bantuan lainnya yang coba – coba di kumpulkan oleh pihak ke tiga maka kami LSM IK tidak segan – segan untuk melaporkan ke APH juga dinas terkait karena permasalahan pengumpulan kartu BPNT dan tunai sudah tidak asing lagi di kabupaten Indramayu.
Sepertinya kejadian ini sudah berlarut-larut keluhan masyarakat tapi sayangnya tidak ada tindakan tegas cuma hanya berupa teguran aja, “Seharusnya penindakan secara tegas persuasif di lapangan seperti apa, ini seperti ada pembiaran” tandas Sodikin, Sekjen LSM IK .. (MT jahol)



