Metropostnews.com/Serang – 29 Juni 2025 — Di tengah derasnya arus globalisasi dan krisis identitas generasi muda, Prof. Furtasan Ali Yusuf, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, menggaungkan kembali pentingnya Pendidikan Berbasis Nilai Pancasila di seluruh sekolah di Indonesia.
Bertempat di Aula Universitas Bina Bangsa (UNIBA), Kota Serang, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar pada Selasa (29/6/2025) dan dihadiri para guru serta kepala sekolah dari wilayah Kabupaten/Kota Serang dan Cilegon, Provinsi Banten.
Dengan mengusung tema besar “Implementasi Pancasila dalam Pendidikan Tahun 2025”, Prof. Furtasan memantik kesadaran bahwa pendidikan tidak cukup hanya mencetak lulusan berprestasi, tapi juga harus melahirkan manusia berkarakter, yang berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
“Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar hafalan. Mereka adalah napas pendidikan Indonesia. Sekolah harus jadi kawah candradimuka yang mencetak generasi unggul—bukan hanya pintar, tapi juga tangguh, berintegritas, dan cinta tanah air,” tegas Prof. Furtasan disambut tepuk tangan peserta.
Kepala Sekolah: Garda Depan Revolusi Karakter
Dalam pemaparannya, Prof. Furtasan menyoroti peran strategis kepala sekolah sebagai “komandan” utama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan.
“Kalau bukan kepala sekolah yang jadi teladan, siapa lagi? Nilai-nilai Pancasila harus meresap ke seluruh elemen sekolah, dari kurikulum, budaya, interaksi sosial, sampai kegiatan ekstrakurikuler,” imbuhnya penuh semangat.
Gagasan Segar dari Lapangan
Acara berlangsung penuh semangat dan interaktif. Para peserta tak sekadar mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi strategi praktis. Beberapa ide cemerlang yang muncul antara lain:
Proyek gotong royong lintas kelas untuk menanamkan semangat kerja sama. Penguatan karakter melalui OSIS dan ekstrakurikuler tematik Pancasila. Program sekolah inklusif yang merayakan keberagaman sebagai bentuk nyata dari Bhinneka Tunggal Ika.
Salah satu kepala sekolah yang hadir menyampaikan antusiasmenya:
“Ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Kami diberi bekal nyata untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter bangsa. Sangat aplikatif dan membangkitkan semangat!”
Pendidikan Adalah Benteng Terakhir
Menutup sesi, Prof. Furtasan menyampaikan harapannya agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi wacana di seminar, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian dunia pendidikan.
“Di tengah dunia yang makin tak pasti, pendidikan adalah benteng terakhir Indonesia. Jika nilai Pancasila kuat di sekolah, bangsa ini akan berdiri kokoh selamanya,” pungkasnya. (RGB).
