METROPOSTNews.com, Majalengka — Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung sepenuhnya Program Anti Korupsi Pendidikan yang akan diusung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Bupati Kabupaten Majalengka H Karna Sobahi mengatakan, bahwa program anti korupsi pendidikan ini sangat strategis karena untuk memberantas korupsi ini tidak hanya bersifat instan.
“Kita melihat peragaan-peragaan yang akan dijalankan oleh KPK dalam menekan angka kasus korupsi sudah cukup luar biasa,” kata Bupati Majalengka di acara HGN Gedung Islamic Center, Jumat 26 November 2021.
Ia menjelaskan nantinya Pemda juga tidak berjalan sendirian dalam pelaksanaannya, akan didampingi ketua bidang penindakan dan ketua bidang pencegahan.
Tentunya akan disosialisasikan juga kepada para pejabat petinggi negara.
Adanya pendampingan para ketua bidang tersebut, sekaligus memberikan informasi mengenai pencegahan tentang bagaimana agar tidak terjadi korupsi.
Tapi ternyata tidak demikian korupsi ini harus dilakukan secara continues progres, maju berkelanjutan serta refleksinya harus dijalankan melalui pendekatan edukasi pendidikan.
Oleh karena itu sambung dia, saya sangat setuju sebetulnya Kemendiknas ini, harus segera proaktif dengan KPK yang membuat silabi atau kurikulum.
Apakah kurikulum itu subtitusi, sendiri atau mandiri. pendidikan korupsi nantinya bisa menginterpretasikan dengan semua mata pelajaran yang ada di sekolah.
Dicontohkan dia seperti, pelajaran Agama, IPS, IPA dan lain sebagainya. nantinya diinterograsikan ada pokok bahasan – bahasan tertentu dalam kurikulum itu.
Tujuannya untuk mengiring opini anak sekolah bahwa korupsi itu ialah suatu perbuatan yang merugikan pemerintah atau negara dan sebuah tindakan kejahatan.
“Jadi anak itu punya keyakinan tentang itu dengan pembelajaran, yakin guru itu akan punya metode, serta teknik tersendiri,” ucapnya.
Makanya Bupati bertekad di Majalengka ingin betul-betul program pembelajaran korupsi pendidikan bisa mengintergrasikan.
Selain itu dengan adanya pembelajaran pendidikan korupsi, tidak hanya wacana, tidak hanya launching-lounching saja.
“Makanya Kadisdik ini nantinya akan diminta oleh saya selaku Bupati, untuk melakukan pendekatan-pendekatan dimulai dari badan pengawas, para guru, serta bagaimana pendidikan korupsi ini harus berjalan,” jelasanya. (Ade)



