Metropostnews.com| LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan benih padi unggul dan pupuk organik cair untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Upaya ini dilakukan melalui pengalokasian anggaran dari APBD Perubahan 2025.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, mengatakan bahwa program ini akan mencakup penyediaan benih dan pupuk bagi lahan seluas 5.000 hektare. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkab Lebak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pengalokasian anggaran pertanian pangan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini hasil panennya masih tergolong rendah,” ujar Rahmat, Selasa (10/06/2025).
Selain pengadaan sarana produksi pertanian, Pemkab Lebak juga menggandeng sektor swasta, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, untuk memperkuat program swasembada pangan.
Pemerintah daerah juga memfasilitasi peran gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar dapat menjadi penyalur pupuk bersubsidi di tingkat titik distribusi.
“Kami meyakini intervensi pemerintah daerah melalui sinergi lintas sektor dapat mewujudkan kedaulatan pangan di Lebak,” tambah Rahmat.
Di sisi lain, dukungan terhadap sektor pertanian juga ditunjukkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak. Tahun ini, pemerintah daerah melalui dinas tersebut tengah mempersiapkan rehabilitasi 40 jaringan irigasi dengan luas cakupan mencapai 5.000 hektare.
Kepala Bidang Irigasi Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriyandi, menyebut bahwa proyek tersebut masih dalam tahap lelang dan akan melibatkan kontraktor pelaksana.
“Rehabilitasi jaringan irigasi ini tidak hanya penting untuk penyediaan air pertanian, tetapi juga diharapkan bisa menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” jelasnya.
Menurut data Dinas PUPR, saat ini Kabupaten Lebak memiliki 474 unit jaringan irigasi, terdiri dari 463 jaringan irigasi permukaan dan 11 jaringan irigasi pompa. Dade berharap pembangunan 40 unit irigasi baru tersebut dapat meningkatkan produksi pangan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Apuh)

