MetropostNews, Indramayu — Baru beberapa bulan menjabat, Pemerintah Desa Panyindangan Kulon kecamatan Sindang kabupaten Indramayu sudah jadi bahan omongan. Hal ini berkaitan kuwu yang disebut membuat peraturan sendiri dan tidak sesuai dengan UU, peraturan yang ia buat sendiri rupanya membuat resah perangkatnya
Salah satu pamong berinisial (W) membenarkan adanya pungutan, ia menjelaskan, “benar pak Untuk masalah siltap bulan September itu diambil Rp 200 ribu per perangkat desa yang dikoordinir oleh Lebe iing atas perintah pak kuwu, yang konon katanya untuk ngasih staf desa” ungkapnya.
Disebutkannya, untuk operasional Banprov juga berdasarkan hasil rapat intern, kuwu Ono mengusulkan untuk kasih dana rasa kepada staf desa yang akan diangkat menjadi perangkat desa. Akhirnya muncul rencana lain ternyata dana yang dikumpulkan oleh perangkat desa sebesar Rp 250 ribu. Dan itu juga dikoordinir oleh LEBE iing dialihkan.
Lebe iing saat dikonfirmasi via WA menjelaskan, “Masalah gaji itu langsung masuk melalui rekening masing – masing dan ATM dipegang masing-masing pamongnya” ujarnya.
Disebutkannya bahea masalah pengambilan duit di pamong itu sukarelawan, kita semua juga untuk partisipasi kepada teman-teman pamong desa, kita yang sukarelawan membantu menyukseskan program vaksinasi dan tidak melibatkan yang lain …itu juga ada yang enggak ngasih kita enggak diminta karena sistim sukarelawan.kepada teman-teman..
“Dan tidak dipatok berapanya pak…cuma temen pada ngasih 200 Dan itu pak …sepontan masalah itu….tuk makan bersama-sama…karena banyak nya kegiatan vaksinasi …bukan perencanaan sebelum cair tapi sesudah cair siltap” ujar Lebe.
Ditanggapi pamong lain atas ucapan Lebe iing, “Kalau sukarelawan bisa tanyakan langsung kepada teman-teman pamong lainnya Bener tidak sukarelawan Itu bukan untuk kegiatan vaksin. Yang jelas alasannya untuk membayar staf desa” Singkatnya
Sementara itu, Kuwu Ono Daryono tidak memberikan sedikitpun tanggapan klarifikasi kepada metropostnews berkaitan masalah pungli tersebut, ia langsung memblok WA tanpa ada kejelasan sedikitpun. (MT jahol)



