METROPOST1.COM, Banyuwangi – Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, Jawa Timur, H Sugirah, S Pd, M Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani keikhlasan ulama untuk kemajuan daerah. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Wabup Banyuwangi menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (6/11/2021).
“Para kiai dan ulama adalah pahlawan dalam pembangunan akhlak anak bangsa, yang merupakan pondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan baik ditingkat nasional maupun daerah,” katanya.
Disebutkan, kiai dan ulama selaku penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, telah banyak memberi sumbangsih. Baik dimasa perjuangan mengusir penjajah. Dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Melalui pondok pesantren yang merupakan pendidikan asli nusantara, kiai dan ulama telah mencerdaskan dan memberi wawasan. Baik tentang ilmu agama, budi pekerti, hingga rasa nasionalisme.
“Para pendahulu kita telah menanamkan rasa cinta tanah air,” tegas Sugirah.
Wakil Bupati Banyuwangi yang akrab disapa Pakde Sugirah ini juga menyampaikan, bahwa catatan sejarah positif para kiai dan ulama wajib dijadikan motivasi bagi seluruh elemen masyarakat. Khususnya masyarakat di Bumi Blambangan.
“Di era modern ini, peran kiai dan ulama tetap menjadi poros terdepan dalam pembangunan. Karena sebuah program pembangunan tidak akan bisa berjalan sukses tanpa dilandasi akhlak mulia para pengemban amanah. Dan pembangunan budi pekerti yang paling nomor satu itu ada dilingkungan pesantren,” ujarnya.
Selain membeberkan perjuangan para kiai dan ulama, Pakde Sugirah tak lupa mengajak warga untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Serta terus menjalankan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Kisah heroik kiai dan ulama ini disampaikan untuk mengenang jasa para pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, yang telah berpulang. Lantaran, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW disini sekaligus haul kiai dan ulama pengasuh pesantren setempat.
Diantaranya, haul ke-29 almarhum KH Syamsudin bin KH Abdul Latif, haul ke-1 almarhumah Nyai Hj Qomariyah Syamsudin, haul ke-1 almarhum Agus Masyuda Syamsudin, haul ke-1 almarhumah Nyai Hj Ruqoiyah Syamsuri dan haul KH Syamsuri bin KH Abdul Latif.
Usai berceramah, tak lupa Wabup Banyuwangi, Pakde Sugirah, berdiskusi dan bercengkerama dengan pengasuh, tokoh dan masyarakat setempat. Dia meminta saran, kritik serta masukan. Khususnya peran serta pemerintah dalam mendorong kemajuan pesantren. (Ags)



