METROPOSTNews.com | Lebak – Jajaran MWC Nahdhatul Ulama (NU) Kecamatan Malingping menggelar haul Syech Hasyim Asy’ari sekaligus buka bersama bersama seluruh elemen badan otonom (Banom) NU setempat. Acara digelar di Pendopo Kecamatan Malingping, Senin (25/04).
Turut hadir dalam acara, perwakilan Muspika dan seluruh elemen organisasi keagamaan lain FSPP dan Magrib mengaji. Sedang yang memantik tausyiah adalah KH Uci Sanusi selaku Suriyah MWC NU Malingping.
Ketua Pelaksana, Iyang Bachtiar dalam sambutan mengatakan giat tersebut selain haul pendiri NU juga mempererat silaturahmi antar umat nahdliyin di bulan ramadan.
“Ini sebagai kegiatan haul hadhratus Syech Kiyai Hasyim Asy’ari dan buka bersama sekaligus juga diskusi bada tarawih tentang biografi perjuangan beliau,” ujar Iyang.
Menurutnya, dalam kegiatan ini diharapkan tradisi budaya nahdliyin tetap terjaga. “Kita sebagai generasi NU berkewajiban merawat tradisi NU, yakni ajaran beliau tentang ukhuwah wathaniyah. Selain itu juga merawat ukhuwah toleransi antar sesama,” katanya.
Senada, Ketua MWC NU Kecamatan Malingping, Kiyai Usep Saepudin menyebut bahwa kehadiran NU harus jadi kekuatan dalam membina umat dan merajut kebangsaan.
“NU hadir untuk membangun ukhuwah Islamiyyah dalam berbangsa bernegara. Jangan hanya ingin dicintai oleh NU sedangkan diri kitanya tidak mencintai NU. Jangan mau diakui NU tanpa ikut berkiprah di NU. Dan keberadaan NU juga bukan milik pemerintah, NU hadir adalah milik besama, milik umat Islam, milik bangsa Indonesia,” ungkap Usep.
Pada bagian lain, Usep meminta warga NU untuk tetap membiaskan budaya tabayun terhadap setiap isu yang berkembang. Artinya, kata dia, di era digital ini semua informasi dan isu banyak bermunculan dengan bebas, di sini warga NU harus hati-hati dan tidak mudah hanyut terbawa isu, setiap informasi harus dianalisis dengan metode jurnalistik.
“Jangan mudah terbawa isu yang tidak jelas, isu yang tidak berlandaskan pada kaidah 5W+1H. Kita harus belajar tabayun, karena di zaman medsos ini semua isu dan gosip bermunculan bebas. Dan kita harus waspada terhadap isu pemecah belah bangsa. Karena kita konsisten untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya.
(Hasanudin)



