Metropostnews.com/Kab.Tangerang – Surat permintaan pengamanan dari Perumda Pasar NKR kepada sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas), dianggap banyak pihak menjadi salah satu penyebab terjadinya tragedi berdarah pasar Kutabumi, Kabupaten Tangerang, pada Minggu 24 September lalu.
Peristiwa yang menjadi sorotan berbagai pihak itu pun menuai banyak kritik dan kecaman. Salah satunya dari elemen Mahasiswa, yang menuntut proses hukum dilakukan dengan profesinal sampai pada dalang dibalik kerusuhan.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Pagar, Firmansyah, menilai bahwa peristiwa berdarah pasar Kutabumi merupakan bukti ketidakmampuan Perumda Pasar NKR dibawah kepemimpinan Finny Widiyanti, yang akhirnya mengarah kepada tindakan-tindakan premanisme.
“Tragedi pasar Kutabumi adalah momen yang sangat buruk, dimana pihak Perumda Pasar tidak mampu negosiasi kepada pedagang yang malah menggunakan alat-alat terkait untuk perampasan ataupun melepas secara paksa” kata Firman kepada awak media, Selasa 26 September 2023.
Hal itu katanya, dapat dilihat dengan adanya surat yang beredar dimana didalamnya Perumda Pasar NKR mengutus ataupun meminta pihak lain, untuk merampas suatu wilayah serta dagangannya agar pindah.
Dalam pandangannya, isi surat yang beredar sudah membuktikan bahwa petinggi-petinggi Perumda Pasar NKR memiliki andil, serta bertanggung jawab atas peristiwa di Pasar Kutabumi.
“Pasti petinggi-petinggi Perumda, siapa yang menandatangani itu, siapa yang mengetahui itu, siapa yang mengijinkan surat itu untuk tersebar” tegasnya.
Maka dari itu pihaknya mendorong penuh Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Pj Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono, mencopot Direktur Utama Perumda Pasar NKR, Finny Widiyanti.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Pagar itu menegaskan, peristiwa pasar Kutabumi bukanlah satu-satunya alasan Dirut Perumda NKR harus dicopot dari jabatannya.
Banyak permasalahan terkait revitalisasi pasar yang menurutnya tidak berjalan dengan baik, seperti di pasar Kresek yang sangat amburadul.
“Kemudian pasar Cisoka, adanya perampasan tidak selesai sampai saat ini walaupun kasus itu akan kita lanjut ke nasional. Tapi yang fatal adalah saat ini mereka menggunakan alat untuk melakukan penindasan kepada rakyat kecil ataupun para pedagang, ini harus kita lawan” tegasnya.
Ia pun meminta, agar pihak kepolisian sesegera mungkin mengusut tuntas penyerangan di pasar Kutabumi hingga kepada pihak yang memiliki peran intelektual dalam kasus tersebut.
Karena menurutnya tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, hanyalah boneka dari pihak yang benar-benar harus bertanggung jawab. (Adt)

