MetropostNews.com | TANGERANG — Aliansi Pemuda Berdampak (APB) menyoroti anomali tajam dalam aktivitas organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Di saat Tim Penggerak PKK yang diketuai istri Bupati sibuk turun membina wilayah dan menyapa warga, Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang dipimpin istri Sekretaris Daerah (Sekda) justru memilih pergi berlibur.
Ketua Bidang Kajian APB, Raihan Dani, menilai kontrasnya aktivitas ini memperlihatkan tumpulnya sense of crisis serta minimnya sensitivitas moral dari rombongan DWP di bawah kepemimpinan istri Sekda.
“Terjadi anomali yang sangat jelas. Di saat PKK sibuk bina wilayah dan menyapa warga, DWP yang diketuai istri Sekda di waktu yang bersamaan malah asyik jalan-jalan. Di mana sensitivitas dan kepekaan sosialnya terhadap kondisi masyarakat?” tegas Raihan.
Raihan menilai, sebagai organisasi pendamping di lingkungan pemerintahan yang dipimpin oleh istri pejabat tertinggi ASN (Sekda), DWP seharusnya menyelaraskan langkah dengan semangat pimpinan daerah. Ketika Bupati, Wakil Bupati, hingga PKK aktif hadir di tengah warga, agenda plesiran DWP justru memperlihatkan adanya jarak yang lebar dengan realitas sosial masyarakat.
Guna mencegah prasangka negatif di tengah publik, APB mendesak DWP Kabupaten Tangerang untuk transparan membeberkan sumber pembiayaan kegiatan rekreasi tersebut.
“Ini bukan persoalan iri atau melarang orang berlibur, melainkan persoalan tata kelola dan etika publik. Kalau rombongan istri Sekda dan pengurus DWP ini menggunakan uang pribadi tentu berbeda jika ada anggaran negara atau fasilitas kedinasan yang dipakai. Kami minta keterbukaan agar tidak timbul prasangka di masyarakat,” ujar Raihan.
APB meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang menegur dan membina seluruh organisasi di lingkungannya agar tetap memegang prinsip akuntabilitas, kepatutan, dan kepekaan terhadap kondisi publik. (MP)

