METROPOST1.COM, Banyuwangi — Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kradenan Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi diketahui memang baru mulai aktif lagi setelah beberapa lama mati suri.
Hal itu terlontar dari pernyataan Riyanto, Ketua Bumdes Kradenan saat ngobrol bareng salah satu awak media yang juga warga masyarakat desa Kradenan, Kamis (23-09-2021).
“Sampean tau sendiri kan mas, jaman eranya pak Jarno dan Carik Eko Bumdes Kradenan tidak jalan, nah saat dipimpin pak Supriyono saat ini kebetulan beliau mengharapkan agar Bumdes bisa jalan lagi,” ungkap Riyanto.
Riyanto juga menyebutkan, jika Bumdes Kradenan baru saja mendapatkan bantuan dana hibah dari salah satu anggota DPR RI sebesar 75 juta rupiah yang sebagian telah digunakan untuk membenahi bangunan toko Bumdes serta melengkapi isinya baik peralatan berupa meja etalase dan juga menambah produk dagangan.
“Dana bantuan sebagian besar sudah digunakan untuk belanja peralatan, barang dagangan serta rehab bangunan toko Bumdes, tapi masih ada sisa sekitar 12 juta di rekening bendahara,” kata Riyanto.
Sayangnya masih kata Riyanto, dirinya juga mengaku tekor saat ditunjuk sebagai ketua Bumdes, karena dalam pengurusan legalitas termasuk mengurus NPWP menggunakan uang pribadinya.
Ditempat terpisah, Sujiyono, Ketua DPC Banyuwangi LSM LP-RI, mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan pengaduan dari salah satu warga masyarakat desa Kradenan yang menyebutkan jika ada dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana Bumdes di desanya tersebut.
“Tadi pagi ada warga desa Kradenan yang datang ke kantor saya dan meminta agar didampingi untuk meminta klarifikasi terkait transparansi pengelolaan anggaran Bumdes Kradenan, selaku lembaga kontrol tentu saya wajib untuk menerima dan menindaklanjuti pengaduan tersebut,” tutur Sujiyono.
Lebih lanjut Sujiyono juga menyampaikan, bahwa dirinya sudah berhasil komunikasi via ponsel dengan Supriyono selaku Kades Kradenan namun masih enggan berkomentar bahkan mengatakan belum tahu bentuk fisik kegunaan pengembangan dana hibah di desanya itu.
“Menurut Kades dananya masih ada, sedangkan ketika ketua Bumdes saya tanya mengaku tidak tahu keseluruhan mengenai pembelanjaan dan sisa uangnya, aneh sekali ketua tidak tahu hal itu?,” terang Sujiyono.
“Untuk itu saya akan segera membuat surat laporan kepada pihak-pihak terkait agar permasalahan di Desa Kradenan ini bisa segera mendapatkan kejelasan dan jangan sampai bantuan dana hibah untuk Bumdes malah dibuat bancakan oknum tidak bertanggung jawab nantinya,” pungkasnya. (Ags)



