MetropostNews.com, Majalengka — Momen libur Natal Tahun Baru (Nataru) pada tahun ini, dirasakan berbeda bagi sejumlah pengelola objek wisata di Kabupaten Majalengka.
Karena momen nataru ini terbentur dengan diberlakukannya, Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Majalengka untuk saat ini.
Libur nataru Ini mungkin dijadikan sebagai salah satu momen, bagi pengelola objek wisata ataupun industri jasa wisata lainya.
Tentunya harus diimbangi dengan adanya kunjungan wisatawan yang datang ke objek wisata tersebut.
Sebelum masa Pademi Covid-19 biasanya pengunjung yang datang ke objek wisata di Majalengka,tersebut bisa mencapai di atas rata-rata dalam setiap tahunya.
Sehingga dengan diberlakukan PPKM level 2 ini otomatis, para pengelola Objek Wisata di Majalengka harus membayar kunjungan tersebut. yang dirasakan ramai pada tahun sebelumnya.
Ketakutan bagi pengelola Objek Wisata mungkin pada saat kunjungan dari luar kota membludak, apalagi Majalengka memiliki wisata yang hampir sebagian besarnya adalah alam.
“Nah sampai saat ini tren wisata untuk berkunjung ya memang di wilayah alam itu masih dianggap paling aman,” kata Kabid Destinasi dan Wisata Industri Pariwisata Disparbud Kabupaten Majalengka Adhi Stya Putra, Sabtu 20 Nopember 2021.
“Kita harus bersedia maupun siap-siap untuk menjaga, kemungkinan- kemungkinan membludak pengunjung itu terjadi. dan juga seperti halnya yang telah disampaikan oleh Bupati sendiri bahwa untuk menjelang Nataru di Majalengka rencana objek wisata akan ditutup,” ucapannya.
Ia menjelaskan, karena sebuah kebijakan bersifat dinamis, bahwa manakala ketika di Kabupaten Majalengka turun level ataupun skema dan strategi yang dilakukan mungkin itu bisa berubah dengan cepat.
Melihat kodisi saat ini wisata di Majalengka lumayan sangat tinggi, apalagi pas momen Nataru dikhawatirkan kunjungan yang sangat tinggi tersebut terjadinya gelombang- gelombang susulan terutama Pademi Covid-19.
Kalau pun terjadinya gelombang atau perubahan-perubahan selama masa Pademi Covid-19 tersebut kita akan melakukan strategi – strategi yang lain.
“Kami pun melakukan monitoring – monitoring ke lapangan untuk memperlihatkan apakah dilapangkan sudah menyesuaikan dengan Prokes yang ada apa tidak,” jelasnya. (Ade)



