Metropostnews.com/Jakarta – Aksi Pengeroyokan kepada Ade Armando pada 11 April 2022 saat demo mahasiswa masih menjadi topik hangat di masyarakat. kini beredar video di media sosial yang menunjukkan sekelompok orang yang datang lebih dahulu pada aksi 11 April 2022.
Roy Suryo, Pakar Telematika mengunggah video tersebut di sosial media Instagram miliknya.
Tampak di samping mobil, ada yang membagikan baju jaket warna-warni, mirip almamater mahasiswa. Setelah itu, mereka yang sudah siap dimasukkan lewat pintu belakang Gedung DPR RI.
Menanggapi hal tersebut, Roy Suryo memberikan caption berikut :
“Dulu (th 2019) Mahasiswa ASLI harus Punya & bawa Jaket Almamaternya sendiri dan merobohkan Pintu Belakang Gedung DPR,” ujar Roy Suryo sebagaimana dikutip Metropostnews dari akun Twitter @KRMTRoySuryo2., Rabu 14 April 2022.
“Tapi kini (2022) selain Tak perlu repot2 ‘merobohkan’, karena spt dibuka khusus. Para ‘Mahasiswa’ ini kok enak DIBAGI_BAGIKAN ‘Jaket Warna-Warni’?” AMBYAR.” ungkap Roy Suryo.
Demkikian Roy Suryo membandingkannya dengan unjuk rasa tahun 2019.
Sontak saja beberapa netizen +62 memberikan beragam komentar.
“Mahasiswa jadi2an tergantung orderan,” ucap @imanrachmand.
“Enak lah kasih jaket pintu masuk disiapin kasih angpao siapin nasi dungkus naman nya mahasiswa jadi jadian,” balas @336387.
Akun @masaryaduta menyebut, sekelompok orang yang tampak dalam video berdurasi 60 menit, bukan mahasiswa. Mereka adalah ‘mahasiswa plus yang difasilitasi jaket dan rendang lengkuas.
Demo yang diusung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022 telah di laksanakan, tepatnya hari Senin 11/4/2022 dan masih menjadi topik hangat.
Seperti di lansir oleh beberapa media, Koordinator Media BEM SI 2022, Luthfi Yufrizal mengatakan “ada 1.000 massa aksi yang turun menyuarakan pendapatnya dari mahasiswa di seluruh penjuru tanah air”
Dalam demo mahasiswa kali ini, mereka menuntut 4 hal yang menjadi perhatian mahasiswa. diantaranya :
1. Meminta wakil rakyat untuk mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.
3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode.
4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.
Walau dalam aksi tersebut di warnai insiden pemukulan terhadap Ade armando, namun aksi 11 April 2022 oleh mahasiswa berjalan damai,terlihat para mahasiswa membubarkan diri secara tertib setelah mendapat jawaban dari pemerintah atas tuntutan yang mereka sampaikan. (Andrian)

