Metropostnews.com-OPINI – Ada beberapa pengalaman dalam kehidupan sehari-hari manusia, semua punya tujuan dan cara untuk mencapai kesuksesan, sukses utama adalah keberhasilan yang dicapai dan bahagia yang di rasa, bermacam-macam cerita, beda orang, beda pola, beda juga perjalanan proses mencapai titik kesuksesannya. Rabu (28/8/2024)
Sangat penting untuk menjaga kekacauan yang ada dalam hati dan pikiran, bila sudah terlihat hasil, untuk itu seseorang harus lebih legowo menerima kenyataan dalam titik akhir proses perjuang, cara menerima hasil yang baik itu, bukan kata gagal atau sukses yang utama , tapi cara Kita menerimanya, anggap dua hal itu baik untuk kita agar hati dan pikiran tetap baik, dan kita akan menjadi yang terbaik, sukses dan gagal sudah biasa dalam proses perjuang, akan tetapi bukan titik akhir dalam kehidupan
Untuk itu manusia perlu adanya siraman rohani agar hati dan pikiran selalu terjaga, dari apa saja yang didapat dari hasil proses perjuangan
“tidak ada rasa kecewa dalam kegagalan, tidak ada rasa bangga dalam keberhasilan”
Kesal, kecewa…. Ungkapan emosi yang di ungkapkan dari seseorang sebut saja Dimas, warga kecamatan Sukamulya yang bercita-cita ingin menjadi tentara nasional Indonesia (TNI) hanya ada dalam pikiran seseorang yang mengalami kegagalan, tapi belum tentu kebenarannya dalam penilaian orang lain hanya penilaian sendiri yang mengakibat rasa itu muncul
Pada hari ini Rabu (28/8/2024) Dimas Bercerita kepada metropostnews, sebelum bekerja sebagai karyawan / buruh pabrik saya sangat ingin menjadi TNI, dalam impian saya dari waktu sekolah, waktu itu tahun 2002 saya lulus sekolah dan lanjut mendaftar untuk masuk TNI” tuturnya
Lanjut Dimas, Nasib saya tak beruntung dalam proses pendaftaran TNI, teman yang mendaftar dari Cikupa, Tigaraksa, Jayanti, dan Balaraja, kita kenal pas waktu pendaftaran aja di Kodam Jaya, hanya saya dari 5 di antara mereka yang gagal, padahal dari 5 di antara kami, secara fisik saya sangat layak, dan maaf,,,, untuk segi keuangan orang tua saya sudah menyiapkan, karena waktu itu harus pake uang, mungkin sudah pada tau kali. Akan tetapi keberuntungan tidak berpihak, kegagalan waktu itu membuat kecewa kacau, kalut dalam pikiran,,, seakan-akan Allah SWT tidak berpihak kepada saya. Ucapnya
Masih Dimas, semua rasa kecewa dalam pikiran saya, setelah beberapa tahun kemudian tanpa di sengaja ketemu salah satu teman, dan bercerita kabar tentang teman yang lainnya, disitu baru saya sadar, Alhamdulillah ya Allah SWT masih sayang dengan saya, mungkin kalau saya lulus menjadi TNI, mungkin saya sudah tidak ada di dunia lagi, seperti teman – teman yang gugur, dalam tugas ke Poso. Tegasnya
Manusia hanya berusaha, Allah SWT yang punya segala, mungkin saja kegagalan hanya menurut kita, karena semua orang yang merasa tidak sukses mencapai apa yang telah di impikan, hanya ada kegagalan dalam pikirannya, kemudian pemikiran itu hanya melupakan kita dalam kesuksesan yang sudah tercapai tapi enggan bersyukur, bukan hanya kita yang hidup di dunia yang gagal, bisa saja kegagalan, kesuksesan yang tertunda
Ingat,, setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, bermacam-macam rasa mungkin pernah datang berganti, pahit, manis pernah dilalui oleh seseorang dalam perjalanan hidup untuk mencapai tujuan
Tujuan semua orang dalam kehidupan, hanya untuk hidup bahagia, manusia mempunyai proses secara berbeda – beda untuk mencapainya
Bahagia itu sederhana, tapi sangat penting bagi orang yang berjuang menempuh kebahagiaan, akan tetapi proses perjuangan seseorang tidak dapat kita ketahui perjalanannya, hanya orang tersebut yang tahu suka dan duka pernah dilaluinya
Perjuang untuk mencapai kebahagiaan menang berat tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, namun seorang tidak akan tau hasil yang di dapat kalau tidak berproses, semua ada perjalanan dan perjuangannya , hanya mungkin karena proses kurang maksimal maka hasil yang di dapat tidak sesuai yang diharapkan, untuk mencapai apa yang telah kita harapkan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil atau gagal untuk mencapai kebahagiaan, bukan berarti prosesnya tidak maksimal atau tidak sesuai, disini kita harus lebih teliti dalam menerima kenyataan, jangan sampai hasil yang kita dapatkan dari perjalanan, apapun yang kita dapat dari hasil tersebut baik atau buruk, mungkin itu yang terbaik buat kita
Pada dasarnya dalam perjalanan kehidupan, baik & buruk memberikan kita manfaat, bagaimana cara kita menyikapi perbedaan hal itu, hati dan pikiran tetap fokus pada perjalanan hidup kedepan, tujuan mencapai kebahagiaan, untuk memberikan manfaat bagi orang banyak khususnya pribadi kita.
Semua tidak ada yang kebetulan, percaya kudrat irodat Allah SWT, mudah-mudahan ada hikmahnya.
Orang Baik memberikan pengetahuan..Orang buruk/jahat memberikan pengalaman.
Kesal, kecewa, dalam pikiran kita, hanya perasaan yang datang dari hasil tidak sesuai yang kita dapatkan dari apa yang telah di harapkan, lawan dan jangan sampai kita menyerah pada keadaan, sayangi diri sendiri, fokus pada masa depan yang lebih baik…
Daripada fenomena kehidupan, semua manusia pasti memiliki pengalaman pribadi masing – masing, gagal dan sukses biar orang lain yang menilai, perjalanan hidup kita masih perlu banyak belajar menerima kenyataan, iklas dan syukur kunci menerima kenyataan dari kegagalan atau keberhasilan yang telah di capai.
Semoga kita semua diberikan pribadi yang lebih baik lagi, dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.
(Abosopian)

