METROPOSTNews.com | Lebak – Seluruh destinasi wisata yang ada di Kabupaten Lebak diminta menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standarisasi yang telah dikeluarkan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkraf) Republik Indonesia. Penerapan protokol kesehatan itu, selain untuk meminimalisir penularan Covid 19 ditempat tempat wisata, juga sekaligus untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.
Dikatakan Imam Rismahayadin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, penerapan protokol kesehatan tersebut harus sesuai dengan standarisasi Kementrian, yaitu meliputi Cleanliness, Healty, Safety and Enverionmen Sustainablity (CHSE). Sehingga kata Imam, kebersihan, keamanan, jaminan kesehatan, serta ramah lingkungan, mutlak harus dilakukan oleh pengelola destinasi wisata.
“Standarisasi protokol kesehatan oleh kementrian tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar destinasi. Secara global juga bagi masyarakat Lebak, karena industri pariwisata akan tumbuh sebagai penyangga dan konektivitas dalam pemenuhan kebutuhan wisatawan,” kata Imam Rismahayadin kepada wartawan, Senin (06/5/2022).
Lanjut Imam, penerapan protokol kesehatan sesuai standarisasi Kemenparekraf tersebut sudah diterapkan di seluruh destinasi wisata yang ada di Lebak. Hasilnya, beberapa tempat wisata mengalami kenaikan pengunjung yang signifikan, bahkan ada tiga destinasi wisata yang dinilai sukses penerapannya, sehingga berimbas kepada tingginya jumlah kunjungan wisata selama libur lebaran, diantaranya pantai Bagedur sekitar 71.000 orang, kawasan wisata Sawarna 72.767 dan Kelapa Warna sebanyak 18.403 orang.
Ke depan, lanjut Imam, pengelola destinasi wisata tinggal meningkatkan pelayanan dan mempertahankan penerapan protokol kesehatannya. Sehingga diharapkan bisa menjadi tempat favorit bagi pengunjung wisata di setiap liburan atau long week end, bahkan kini, pengelola wisata wajib menjaga kebersihan agar tidak ada sampah berlebihan. Mengingat, masalah kebersihan menjadi atensi dari para pengunjung.
“Mayoritas tingginya jumlah kunjungan wisata di Lebak karena adanya faktor penerapan protokol kesehatan dari Kemenkraf. Apalagi mereka memadukannya dengan unsur kreatifitas lainnya, saya berharap ini dapat dipertahankan,” harap Imam.
Sementara itu, penggiat wisata Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, meminta agar pengelola destinasi wisata meningkatkan protokol kesehatan lebih giat lagi. Karena, ke depan, jumlah kunjungan wisata diprediksi bakal meningkat. (Ajat)



