MetropostNews.com | Indramayu — Sebanyak 138 kepala desa (kuwu) hasil Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Pendopo Indramayu, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Lucky menegaskan agar para kuwu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan agar tidak main-main dengan anggaran desa maupun administrasi jika tidak ingin berurusan dengan hukum.
“Kalau sekadar kesalahan administrasi mungkin ada restorative justice. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk melanggar, maka harus mendapatkan hukuman,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Indramayu akan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pendampingan ke desa-desa. Kuwu juga diberi ruang untuk berkonsultasi, baik ke pemerintah daerah, kepolisian, maupun kejaksaan agar setiap kebijakan sesuai aturan.
Lucky juga mengingatkan bahwa masa jabatan 8 tahun adalah waktu yang panjang dengan tanggung jawab besar. Ia meminta para kuwu merangkul seluruh warga tanpa membeda-bedakan pilihan saat Pilwu.
“Pilwu sudah selesai, jangan ada mungkes, jangan nyewot. Warga yang tidak memilih pun punya hak yang sama,” ujarnya.
Selain itu, para kuwu diminta siap menghadapi tantangan keterbatasan anggaran ke depan. Inovasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat dinilai penting agar pembangunan tetap berjalan meski dengan dana terbatas.
Lucky juga menekankan pentingnya sinergi desa dengan pemerintah kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat, terutama dalam mendukung program Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo terkait pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Dari total 139 kuwu terpilih, satu di antaranya, Tarsitem, Kuwu Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, tidak dapat mengikuti pelantikan karena meninggal dunia. Untuk sementara, jabatan akan diisi oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa dari pemerintah kecamatan agar pelayanan tetap berjalan.
(Arrie tharina)

