Metropostnews.com | Lebak – Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 tingkat Kabupaten Lebak tercoreng setelah panitia menemukan 12 peserta bukan merupakan warga Kabupaten Lebak. Temuan tersebut membuat panitia mengambil langkah tegas dengan mendiskualifikasi seluruh peserta yang dinilai tidak memenuhi ketentuan daerah asal.
Ketua Panitia MTQ Kabupaten Lebak, Alkadri, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga marwah, integritas, dan sportivitas ajang keagamaan tahunan ini.
“Kami berkomitmen menjaga MTQ tetap murni sebagai ajang pembinaan qari dan qariah lokal. Karena itu, kami tidak mentolerir peserta joki dari luar daerah,” ujar Alkadri, Rabu (03/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa panitia telah melakukan proses seleksi dan verifikasi secara ketat sebelum penetapan peserta. Dalam proses tersebut, ditemukan indikasi kuat bahwa 12 orang yang mendaftar bukan merupakan warga Lebak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setelah verifikasi, identitas mereka tidak sesuai dengan ketentuan. Maka panitia dengan berat hati menolak dan mendiskualifikasi mereka,” tegasnya.
Alkadri menambahkan, tindakan ini bukan bertujuan mempermalukan pihak mana pun, tetapi semata-mata menjaga semangat pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Lebak. Ia berharap tidak ada lagi peserta yang mencoba memanipulasi data atau identitas pada penyelenggaraan MTQ mendatang.
“Kami ingin MTQ ini menjadi ruang tumbuh bagi putra-putri terbaik Lebak. Mohon semua pihak menghormati aturan dan menjunjung sportivitas,” katanya.
Pada MTQ ke-41 ini, tercatat 985 peserta yang mendaftar. Setelah proses verifikasi, hanya 973 peserta yang dinyatakan layak mengikuti perlombaan, sementara 12 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat.
MTQ tahun ini melombakan 10 cabang utama dan 12 cabang tambahan, seluruhnya diawasi ketat oleh koordinator cabang dan dewan hakim. Untuk menjaga objektivitas, panitia menurunkan 11 dewan hakim dan melibatkan 17 penasehat yang bertugas mengawasi jalannya perlombaan agar sesuai standar penilaian.
Dukungan terhadap keputusan panitia juga datang dari jajaran legislatif. Regen Abdul Haris, Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PPP, menyatakan apresiasi atas ketegasan panitia dalam menjaga integritas MTQ.
“Keputusan ini sangat tepat demi menjamin MTQ benar-benar menjadi ajang pembinaan bagi warga Lebak. Kami mendukung penuh langkah panitia,” ujarnya. (Apuh)

