METROPOSTNews.com | Cirebon – Dalam rangka mendukung pemerintah dalam program zero ODOL (Overload Overdimension) di tahun 2023, penertiban kendaraan ODOL dan meningkatkan pelayanan bidang infrastruktur, pengelola ASTRA Tol Cipali menerapkan alat timbang WIM (Weigh In Motion) di GT Palimanan.
Presiden Direktur ASTRA Tol Cipali, Firdaus Azis menyampaikan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jalan dalam berkendara.
“Peralatan timbang integrasi yang terpasang di tol Cipali ini merupakan teknologi yang dapat mendeteksi tidak hanya berat dan jenis golongan kendaraan, namun juga dapat membaca nomor polisi kendaraan sehingga memudahkan kepolisian dalam menindak kendaraan tersebut,” kata Firdaus saat mendampingi peninjauan uji coba alat WIM oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kemenhubdar, Budi Setiyadi bersama Kepala BPJT, Danang Parikesit, Kamis (10/2/22).
Selain itu, Integrasi Alat timbang WIM tersebut dapat bekerja mendeteksi kendaraan meskipun dalam keadaan bergerak.
“ASTRA Tol Clpali merupakan jalan tol pertama yang menerapkan teknologi pemasangan peralatan timbang terintegrasi yang dapat mendeteksi kendaraan sehingga dapat terlihat di layer display Variable Message Sign (VMS) dan mengeluarkan struk untuk berat, jenis golongan dan nomor polisi kendaraan,” tambah Firdaus.
Ia menambahkan, penerapan alat timbang WIM juga bertujuan untuk menjaga infrastruktur yang dapat mengurangi umur jalan secara signifikan.
“Sehingga dapat menurunkan biaya maintenance yang tinggi serta mengurangi angka dan tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain itu, masih kata Firdaus, untuk meningkatkan pelayanan transportasi jalan yang berkualitas, inovatif dan ramah lingkungan sehingga pengguna jalan dapat berkendara dengan lancar, aman, dan nyaman.
Diharapkan bentuk sinergi yang dilakukan Kemenhub, BPJT dan juga kepolisian wilayah dalam penertiban kendaraan ODOL ini dapat terwujud program Zero ODOL.
“Dengan terpasangnya integrasi alat timbang ini diharapakan penertiban kendaraan ODOL di jalan tol lebih maksimal dan juga dapat menurunkan angka kecelakaan yang diakibatkannya,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Kemenhubdar, Budi Setiyadi menjelaskan, Astra Tol Cipali merupakan salah satu pilot project penggunaan alat timbang WIM.
“Selain Astra, juga Jasa Marga sudah memasang dan Lampung,” sebutnya.
Dari pemantauan hasil uji coba, satu dari dua truk pengangkut barang diketahui ada struk yang mengidentifikasi jumlah bobot muatan lebih, monitorpun memunculkan huruf berwarna merah bertuliskan over loading disertai bunyi alarm.
“Jangan kaget apabila melebihi kapasitas nanti kendarannya dikeluarkan dan diarahkan menuju jalur arteri,” ucapnya.
Dijelaskannya, dalam waktu dekat pigaknya akan segera melakukan evaluasi, dan apabila sudah siap dioperasikan maka dalam waktu 1-2 minggu alat tersebut siap diterapkan.
“Untuk terwujudnya bebas ODOL, kami berharap peran serta dari operator kendaraan, pemilik mobil dan juga pemilik logistik,” pungkasnya. (Cepi)




