METROPOSTNews.com | Cirebon – Kejadian kecelakaan maut truk kontainer diakibatkan rem blong di Balikpapan, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu serta kejadian serupa lainnya, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon melalui Bidang Lalu-lintas dan Angkutan mengingatkan perusahaan angkutan untuk menerapkan sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMKAU).
“Peristiwa seperti rem blong tersebut harus segera kita antisipasi, kenapa bisa terjadi rem blong,” kata Eddy Suzendy, SH. Kabid Lalu-lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Cirebon, Jumat (4/2/22).
Maka dari itu, pihaknya berpesan pentingnya pembinaan terhadap para pengemudi.
“Karena ujung tombak keselamatan armada ada di pengemudi, jangan sampai mereka tidak paham dengan teknis kendaraan sehingga lalai dan mengakibatkan kecelakaan,” ucap Eddy.
Untuk menghindari hal tersebut, Eddy pun menghimbau para pengusaha angkutan agar senantiasa merawat kendaran dengan baik dan benar sesuai dengan SMKAU.
“Selain itu, memberikan edukasi kepada para pengemudi tentang pengunaan kendaraan secara baik dan benar,” ungkapnya.
Sebagai contoh, lanjutnya, terkadang pengemudi menggunakan transmisi tinggi ketika melintasi jalan menurun.
“Muatan terlalu berat akan berpengaruh kepada kinerja rem, kan hal itu pengemudi harus diberikan edukasi. Makanya pengemudi setiap perusahan harus diwajibkan mengikuti pendidikan dan latihan serta uji kompetensi,” tandasnya.
Upaya lainnya dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan angkutan umum, pihaknya mengantisipasi kendaraan-kendaraan over dimensi dan over load (ODOL) secara selektif di tempat pengujian dan sharing dengan para pengemudi.
“Untuk itu, kami akan memasang spanduk besar bahwa kendaraan-kendaraan ODOL tidak diperkenankan untuk diuji,” pungkasnya. (Cepi)



