METROPOSTNews.com | Kebijakan pemerintah dalam menaikan harga BBM, Menuai banyak unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di berbagai wilayah di tanah air, ridak luput juga Kabupaten Indramayu, Kantor DPRD Menjadi konsentrasi Aliansi Mahasiswa Indramayu dalam menyampaikan aspirasinya.
Sekitar 500an Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indramayu, diantaranya AMIK, STKIP Padhaku, Stais Dharma, STKIP NU Indramayu, Polindra Sayid Sabiq, bergerak serentak menuju kantor DPRD Kab. Indramayu dengan beberapa tuntutan untuk disampaikan, Turunkan Harga BBM, Menolak segala bentuk politisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT), Evaluasi kinerja pemerintah dalam pengawasan BBM bersubsidi, Stabilisasi bahan baku kebutuhan pangan dan transportasi, Hentikan segala bentuk diskriminasi terhadap para aktivis.

Amelia muslikha Selaku Ketua Komisariat PMII STKIP Pangeran Dharma Kusuma (Padhaku), juga sebagai Presiden mahasiswa (Presma) saat di wawancara Awak Media Metropotnews.com mengatakan “kenaikan BBM bersubsidi dirasa tidak tepat dan mesti di kaji kembali.pasalnya jika BBM bersubsidi ini mengalamai kenaikan akan menimbulkan dampak yang merugikan rakyat terlebih indramayu yang sebagian besar petani dan nelayan, kenaikan bbm ini akan berdampak pada setiap sendi kehidupan masyarakat, terlebih harga bahan pokok yang sejatinya menjadi kebutuhan dasar, Amanat undang-undang menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat menjadi point penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembangunan mega proyek negara yang bertebaran di berbagai daerah menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat karena di tanggung oleh APBN yang artinya menjadi tanggungan semua masyarakat indonesia” Paparnya di sela sela Aksi
Tututan mahasiswa di terimalangsung oleh Ketua DPRD Kab.Indramayu H.Syaefudin, SH, dan berjanji tuntutanya akan disampaikan ke pusat.
(Bang Ay)




