METROPOST1.COM, Indramayu — Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai Program dari Kemensos RI di Desa Rambatan kulon Kecamatan Lobener Kabupaten Indramayu Agen Heri Wiheri Terkesan Amburadul pihak Agen penyalur tidak mengindahkan Protokol kesehatan padahal KPM banyak yang bergerombol tanpa menggunakan Masker, tempat cuci tangan seadanya dengan galon berisi setengah bahkan pengaturan jarak juga tidak ada yang mengatur.
Untuk itu Tikor Kecamatan harus berani mengambil sikap tegas apalagi dugaan pengurangan penyaluran merebak dibarengi berbagai keluhan KPM juga mencuat ke permukaan.
Seperti dikatakan oleh Uung, penerima PKH dan BPNT, “pembagian BPNT sekarang untuk Kartu keluarga Sejahtera yang baru, saya ceritakan pada saat penerimaan PKH bulan lalu oleh agen yang sama, setiap kartu penerima PKH masuk ke mesin EDC di Agen Heri terkena pungutan sebesar Rp 10 000” ungkapnya.
“Belum lagi adanya pemindahan rekening PKH ke Agen, sedangkan penyaluran BPNT bulan lalu kualitas berasnya sangat buruk begitu pula dengan komoditas lainnya. Saya ini orang miskin mau mengadu kemana atas kecurangan Agen Heri” pungkasnya.
Senada juga dikatakan oleh Sumirah, warga blok Balong lor. Sambil menunjukan sisa beras yang belum dimasak yang ia sebut beras premium tetapi hitam dan tidak layak konsumsi untuk manusia.
“Mungkin untuk binatang, tuuuhhh contoh beras yang belum dimasak” ujarnya sambil menatap.

Terlihat dari raut wajahnya sangat menyesal, “kita ini memang orang miskin bodoh tapi janganlah dipermainkan seperti ini, kalau Pemerintah atau Mensos tidak segera membenahi di Kabupaten Indramayu kayaknya jeritan teriakan si miskin hanya membahana di udara sebab Petugas Dinas Sosial kabupaten Indramayu cukup lama tidur tidak adanya tindakan tegas padahal kecurangan ini berlangsung setiap penyaluran” keluhnya.

Sementara itu Kasi Kesos Kecamatan Lobener Marsono membenarkan, “memang seperti itu Agen Heri banyak omong pandai ngomong tapi nyatanya ya seperti itu” singkatnya.
Ketika Metropost sambangi Agen Heri Wiheri, sangat disayangkan ia tidak berada di tempat, yang ada hanya keponakannya Wartono membenarkan. “Betul hari ini sedang Penyaluran BPNT sedang penerima KKS Baru kurang lebih 400” ujarnya sambil memalingkan wajahnya. ( TIM )



