Metropostnews.com | Lebak – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya bertugas mengelola administrasi pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pemimpin dalam pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Penegasan tersebut disampaikan Amir Hamzah saat membuka secara resmi kegiatan Orientasi Musyawarah Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) bagi kepala sekolah dasar se-Kabupaten Lebak Zona 1 Tahun 2026, yang digelar di Gedung PGRI Rangkasbitung, Selasa (20/1/2026).
Dalam sambutannya, Amir Hamzah menyampaikan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pada pembentukan kepribadian, mental, serta nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
“Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjadi administrator. Mereka adalah pemimpin yang bertanggung jawab dalam membentuk karakter generasi muda. Pramuka menjadi salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, dan kepedulian sosial,” ujar Amir Hamzah.
Ia menjelaskan, kegiatan orientasi Mabigus ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum untuk membahas program kerja Mabigus bersama pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Lebak. Sebanyak 54 kepala sekolah dasar yang juga menjabat sebagai Ketua Mabigus Zona 1 tercatat mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Amir, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian pola pembinaan peserta didik agar tetap relevan dan efektif.
“Generasi penerus harus disiapkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan saat ini. Proses pendidikan membutuhkan waktu, kesabaran, serta strategi yang tepat agar hasilnya benar-benar berkualitas,” katanya.
Amir Hamzah juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka di sekolah. Ia menilai pendekatan yang monoton dapat mengurangi minat peserta didik terhadap kepramukaan.
“Tantangan utama kita adalah bagaimana mengemas kegiatan kepramukaan agar lebih menarik, kreatif, dan tidak membosankan. Di sinilah peran kepala sekolah dan pembina Pramuka sangat menentukan,” tegasnya.
Ia berharap para kepala sekolah dapat menjadi pelopor pengembangan kegiatan Pramuka di lingkungan sekolah masing-masing, tidak hanya sebagai kegiatan formalitas, tetapi sebagai sarana nyata pembentukan karakter.
“Mari kita kembangkan anak-anak sesuai dengan kelebihan mereka masing-masing. Pramuka adalah organisasi yang mampu membentuk karakter bangsa. Melalui Pramuka, generasi muda tidak hanya dibentuk menjadi pribadi religius, tetapi juga nasionalis dan memiliki jiwa kemanusiaan,” pungkasnya. (Apuh)
