METROPOSTNews.com | Indramayu – Forkopimcam Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu Jawa barat Sambut Kunjungan Kerja Tim Ombudsman Perwakilan Jawa barat atas Laporan LSM DPD Topan RI Kabupaten Indramayu atas keluhan Masyarakat Desa Kedokan Agung Kecamatan Kedokanbunder. Kamis ( 1 / 9 / 2022 )
Ketua LSM DPD Topan RI Kabupaten Indramayu Dedi Harsono menjelaskan Melalui proses Yang sangat Panjang dan Penantian cukup melelahkan akhirnya Tim Perwakilan Ombudsman Jawa barat bisa meninjau dan melihat langsung ke rumah warga bahkan terjadi wawancara langsung dengan Masyarakat RT 06/07/08/10 Desa Kedokanagung akibat terdampak Dentuman cukup keras dari PT Pertamina Indramayu .
Seperti di katakan oleh Duryi Masyarakat Blok Wetan RT 07 / RW 02 yang rumahnya terdampak Dentuman oleh Pertamina Indramayu mengakibatkan pintu kaca Pecah genteng berjatuhan bahkan tembok mengelupas , Terpaksa saya tambal lagi bila terjadi dentuman lagi rontok kembali Sampai Sekarang dari Pihak PT Pertamina belum pernah meninjau atau Melihat kondisi Rumah warga membantu kesehatan ataupun bantuan Lainnya sama Sekali belum Pernah . katanya
Hal yang sama juga disampaikan oleh Mastirah RT 06 / 02 saking kerasnya Dentuman itu bahkan menjadi obrolan malam dentuman sudah bunyi belum kalau sudah bunyi masyarakat langsung tidur pulas, Tiap hari menunggu bunyi dentuman untuk itu saya sangat berharap kepada Tim Perwakilan Ombudsman Jawa barat bisa memberikan kesimpulan Kepada PT Pertamina Indramayu akan Keresahan Masyarakat Blok Wetan dari mulai RT 06/07/08/10 Desa Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu.
Di Tempat Terpisah Forkopimcam Kecamatan Kedokanbunder saat di temui Rekan Media atas pertemuan dengan Perwakilan Ombudsman Jawa barat camat Kedokanbunder Atang Suwandi Mengatakan Benar dari Ombudsman Perwakilan Jawa barat telah menemui Masyarakat Terdampak Dentuman di Desa Kedokanagung Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu ” adapun hasil kesimpulan kita menunggu atas kajian dari Ombudsman apakah ada Mall Administrasi “.jelasnya
(Otong)




