METROPOSTNews.com | Lebak – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengajak masyarakat di daerah itu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah penularan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Hal tersebut dilakukan, karena siklus lima tahunan penyebaran penyakit demam berdarah.
“Kita sampai hari ini jumlah kasus DBD tercatat 436 orang dan di antaranya empat meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Triatno Supiyono kepada wartawan, Kamis (11/08/2022).
Menurut Kadis, penyebaran kasus DBD tahun 2022 di Kabupaten Lebak masuk kategori siklus lima tahunan, karena jumlah warga yang terserang penyakit mematikan itu hingga ratusan orang. Sebelumnya, lanjut dia, sekitar lima tahun lalu pada 2017, jumlah kasus DBD di Lebak hingga menembus 700 orang lebih.
Dijelaskannya, dari 436 kasus DBD itu tersebar di 25 kecamatan dan paling banyak di Kecamatan Rangkasbitung sebanyak 165 kasus dan empat kasus meninggal, Kalanganyar 40 kasus, Cibadak 70 kasus, Warunggunung 20 kasus dan Cikulur 12 kasus. Kebanyakan penyebaran DBD itu dialami warga yang tinggal di padat penduduk, karena kondisi lingkungan yang kurang bersih.
“Kami minta warga jika mengalami demam tinggi hingga tiga hari, sebaiknya berobat ke fasilitas kesehatan guna mencegah kasus DBD,” tuturnya.
Untuk memutus mata rantai penularan kasus DBD, kata dia, pihaknya mengoptimalkan sosialisasi dan penyuluhan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan juga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Penyebaran kasus DBD akibat lingkungan yang tidak bersih, sehingga berkembang biak nyamuk DBD. Selain itu, saluran drainase tak berjalan juga banyak barang-barang bekas berserakan, terlebih saat ini curah hujan cenderung tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penyakit DBD.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat bergotong royong melakukan PSN dengan mengubur, menimbun dan menguras (3M) agar populasi jentik-jentik nyamuk aedes aegefty pembawa virus DBD tidak berkembang biak.
Selama ini, lanjut dia lagi, gerakan gotong royong dengan melakukan PSN dinilai lebih efektif dan lebih murah untuk memutus mata rantai penyebaran DBD dibandingkan dengan melakukan pengasapan fogging hanya mematikan nyamuk dewasa.
“Kami meyakini dengan PSN itu dapat mematikan jentik – jentik nyamuk DBD,” ujarnya.
Terpisah, Camat Rangkasbitung, Yadi Basari Gunawan menginstruksikan, aparat kelurahan dan desa agar membudayakan gotong royong untuk melakukan PSN dan 3M untuk memutus mata rantai penularan DBD.
“Kami berharap setiap pekan warga mengelar kebersihan lingkungan dengan PSN dan 3M untuk mencegah DBD,” katanya. (Ajat)



