METROPOSTNews.com | Lebak – Jembatan Ciberang yang berada di desa Ciladeun kecamatan Lebakgedong kabupaten Lebak provinsi Banten ditargetkan akan selesai bulan ini.
Jembatan yang menuju wisata di kabupaten Lebak ini yang diunggulkan kawasan negeri di atas awan gunung luhur di Citorek pada tahun 2020 lalu terputus diterjang banjir bandang.
Arlan Marzan, Plt. Kepala Dinas PUPR Banten mengatakan, proses pembangunan jembatan ciberang sudah 98,5 persen. “Sekarang ini sedang tahap finishing dan perkerasan jalan dan akan selesai akhir bulan Februari ini”, katanya saat dihubungi lewat WhatsApp (15-02-2022).
Sebelum diresmikan dan dibuka untuk umum, jembatan yang dibangun menggunakan APBD provinsi Banten ini akan melalui beberapa tahapan uji kelayakan.
“jembatan nanti akan dilakukan uji layk fungsi sebelum peresmian” ujarnya.
Jembatan Ciberang didesain menggunakan konstruksi melengkung dengan panjang bentang 80 meter dan lebar 9 meter.
Dan selain itu dibangun permanen didesain kuat untuk menahan banjir pada saat sungai meluap.
Proses pembangunan jembatan menghadapi sejumlah kendala faktor cuaca dan berada pada daerah rawan bencana, sehingga tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditargetkan selesai tahun 2021.
“Kami mengalami beberapa kali kendala akses jembatan, sementara pada pelaksanaan pekerjaan jembatan yang merupakan jembatan limpasan terputus sehingga berpengaruh pada proses pekerjaannya.” ujarnya.
Selain jembatan, rehabilitasi ruas cipanas warung banten sepanjang 9 kilometer yang menuju akses masyarakat gunung luhur juga akan segera diresmikan.
Pembangunan jembatan dan ruas menghabiskan Rp. 35 miliar yang dikerjakan oleh PT. Jaya Kontruksi.
“Tahun ini dianggarkan Rp.35 miliar untuk pengerjaan pembangunan jalan Cipanas warung Banten” pungkasnya. (Alfarizyagoes)




