MetropostNews.com | INDRAMAYU – Persoalan sampah di Pasar Jatibarang terus menjadi perhatian serius para pedagang. Melalui Ikatan Pedagang Pasar (IPP), para pedagang secara swadaya mengeluarkan anggaran untuk biaya pengangkutan sampah agar lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman.
Hal tersebut disampaikan Ketua IPP Pasar Jatibarang Hedy Warkim yang akrab disapa Lubis, saat ditemui di ruang kerjanya di Pasar Jatibarang, Selasa /02/06/2026.
Lubis menjelaskan, biaya pengangkutan sampah per truk mencapai Rp410 ribu. Anggaran tersebut meliputi biaya muatan sebesar Rp150 ribu, biaya operasional kendaraan Rp200 ribu, serta pembayaran pintu masuk TPA Pecuk sebesar Rp60 ribu.
“Dalam satu malam pengangkutan bisa sampai lima kali rit, sedangkan pada siang hari sekitar tiga sampai empat kali pengangkutan. Semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, belum lagi kebutuhan operasional lainnya,” ujar Lubis.
Ia menyebutkan, volume sampah yang diangkut setiap hari mencapai sekitar 32 ton dengan jumlah delapan rit pengangkutan. Rata-rata setiap rit membawa muatan sekitar empat ton sampah.
Menurutnya, kebersihan pasar merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja di Pasar Jatibarang.
“Kami bersama pengurus IPP terus berupaya maksimal agar sampah tidak menumpuk dan aktivitas pasar tetap nyaman. Ini bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar,” katanya.
Lubis juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, agar dapat membantu penanganan sampah di Pasar Jatibarang secara lebih optimal.
“Kami berharap dinas terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup, dapat memberikan dukungan nyata baik dari sisi armada, fasilitas maupun sistem pengelolaan sampah. Karena persoalan sampah di pasar bukan hanya tanggung jawab pedagang, tetapi perlu sinergi bersama,” tegasnya.
Ketua IPP juga menambahkan bahwa pihaknya bersama para pedagang berkomitmen menjaga kebersihan pasar demi kenyamanan pengunjung.
“Kalau pasar bersih, pembeli juga merasa nyaman. Kami ingin Pasar Jatibarang menjadi pasar yang tertib, bersih dan sehat sehingga roda perekonomian pedagang bisa terus berjalan dengan baik,” tambah Lubis.
Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pasar Jatibarang Samsuri menyampaikan apresiasinya kepada Ketua IPP beserta seluruh pengurus yang dinilai bekerja keras dalam menjaga kebersihan pasar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah dan kerja keras Ketua IPP bersama pengurus dalam menangani persoalan sampah. Alhamdulillah saat ini kondisi pasar jauh lebih bersih dan sampah tidak lagi menumpuk di berbagai titik seperti sebelumnya,” ungkap Samsuri
Samsuri juga berharap kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan pengurus pasar, tetapi menjadi budaya seluruh pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pasar.
“Kebersihan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap para pedagang tetap disiplin membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan agar kondisi pasar tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, pihak UPTD Pasar akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung penanganan sampah secara berkelanjutan.
“Kami akan terus bersinergi dengan IPP, pedagang maupun dinas terkait agar persoalan sampah dapat tertangani dengan baik. Karena pasar yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan pengunjung dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,” tambah Samsuri
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku merasa terbantu dengan upaya pengangkutan sampah yang rutin dilakukan setiap hari.
“Kami sebagai pedagang tentu merasa senang karena sekarang kondisi pasar lebih bersih dan tidak bau seperti dulu. Mudah-mudahan kebersihan ini terus terjaga,” ujar salah seorang pedagang.
Pedagang lainnya juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas kebersihan di Pasar Jatibarang.
(Tuti Ragil)

