METROPOSTNews.com | Lebak – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Lebak, Iyan Fitriyana meminta agar warga ikut berpartisipasi aktif dalam rangka mensukseskan program percepatan vaksinasi di Kabupaten Lebak. Permintaan tersebut dikarenakan, suksesnya percepatan vaksinasi akan berdampak positif bagi kegiatan lainnya, seperti pemberian sumbangan kepada sarana peribadatan dan pondok pesantren.
“Jika vaksinasi tercapai sekitar 70 persen dari sasaran. Maka nanti akan berdampak positif kepada beberapa program yang ada di bagian Kesra, contohnya bantuan keuangan kepada sarana peribadatan dan pondok pesantren yang ada di Lebak,” kata Iyan, kepada wartawan, Rabu (05/01/2022).
Masih kata Iyan, selama pandemi Covid-19, seluruh anggaran yang dikelola bagian kesejahteraan rakyat di recofusing. Sehingga tidak ada lagi bantuan stimulan untuk sarana peribadatan dan pondok pesantren, ia berharap, jika vaksinasi dapat tercapai sekitar 70 persen, maka anggaran di bagian Kesra dan yang lainnya bisa dialokasikan kembali.
Untuk itu, lanjut Iyan, jika masyarakat menginginkan agar bantuan kepada pondok pesantren dan sarana peribadatan dialokasikan kembali, maka segeralah ramai ramai melaksanakan vaksinasi agar seluruh kegiatan Kembali normal.
“Selama dua tahun, kita tidak mengalokasikan dana bantuan kepada pondok pesantren dan sarana peribadatan, semoga setelah vaksinasi tercapai sesuai target, pengelolaan anggaran bisa normal kembali dan bisa dialokasikan kepada anggaran kesejahteraan rakyat,” ujar Iyan.
Iyan melanjutkan, sebelum pandemi Covid-19, bagian kesejahteraan sosial selalu menganggarkan dana bantuan sebesar Rp 50 juta untuk dialokasikan kepada 50 pesantren, dan 50 pesantren setiap tahunnya. Namun, karena direcofusing, maka bantuan tersebut sudah tidak ada lagi selama dua tahun anggaran.
Selain itu, akibat pandemi, beberapa kegiatan sosial kemasyarakatan dan PHBI selalu dilakukan secara virtual. Bahkan, untuk menghindari kerumunan, selama dua tahun pula Pemkab Lebak tidak menggelar ajang MTQ.
“Covid-19 ini memang mempengaruhi kehidupan budaya sosial, agama. Contohnya, selama dua tahun kita tidak menggelar MTQ tingkat Kabupaten, dan kegiatan kita yang bersifat sosial, dilakukan secara virtual,” ungkap Iyan.
Bahkan yang paling penting, lanjut Iyan lagi, sudah dua tahun pemerintah tidak memberangkatkan Jemaah haji. Untuk tahun 2022 ini, kata dia, sempat ada kabar yang menggembirakan, karena pemerintah Arab Saudi kembali menerima kedatangan para kepada para Jemaah haji. Namun lagi lagi rencana itu kembali tertunda seiring dengan adanya virus Corona varian baru bernama Omicron.
“Tadinya sempat ada kabar baik soal Jemaah haji. Sekarang kemungkinan tertunda lagi, seiring dengan adanya virus corona varian baru, yaitu bernama Omicron,” pungkas Iyan. (Jat)



