METROPOSTNews.com | Indramayu — Miris sekali bantuan dari pemerintah untuk warga miskin, masih saja ada oknum pamong desa yang memanfaatkan atau mengutil bantuan kepada warga penerima manfaat. Situasi ini ketika bantuan datang melalui agen di desanya dengan alasan kontribusi atau uang jalan.
Ketika media Metropostnews mendapat informasi langsung turun ke lapangan ternyata faktanya benar, saat media mewawancarai salah satu warga Sukamulya kecamatan Tukdana kabupaten Indramayu, kartu penerima manfaat (KPM) yang tak mau disebut namanya mengutarakan keluhannya.

“Ia benar pak kita dapat 4 bagian bantuan sembako, tapi pihak dari desa Bekel rangkap jadi ketua kelompok meminta per satu bantuan Rp10 ribu, saya dapat 4 sembako ya Rp 40 ribu, belum juga warga yang lainnya sama juga diminta segitu Rp 10 per satu bantuan” ungkapnya.
“Kan beda-beda yang dapat ada yang dapat dua juga ada yang 5 bantuan, dan telor juga dipotong dari agennya dapat 16 butir dipotong 2 butir kalau saya sih pasrah saja karena ini juga sudah terimakasih udah dibantu” tukasnya.
Ketua LSM Naga Sukma, David merespon baik ketika media minta keterangannya, “ini fatal sekali bukan media aja yang mengetahui keterkaitan oknum pamong desa Sukamulya Bekel Sumur Melati meminta upeti kepada warga penerima sembako, tim kami juga sama menemukan hal ini, tentunya kita sebagai kontrol sosial, setelah ada temuan seperti ini sungguh sangat memprihatinkan, sebagai pemerintah desa seharusnya melayani malah menekan warganya dengan gaya preman, ini harus benar-benar serius cepat ditangani, masa iya seorang pamong desa Bekel berinisial T masih ikut jadi ketua kelompok sembako, ini sudah serakah dan jelas melanggar aturan” tegas ketua LSM Naga Sukma. (MT jahol



