METROPOSTNews.com | Indramayu — Pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan dengan pola Rigid Pavement betonisasi di desa Rambatan Wetan blok loa kecamatan Sindang kabupaten Indramayu dipertanyakan oleh berbagai kalangan sebab pekerjaan dari Dana aspirasi perubahan pekerjaan asal asalan dan tak sesuai rencana kerja. Dalam mengelola pengerjaan Rigid pavement disinyalir banyak melakukan pengurangan volume dari normal volume tinggi 20 cm ukur colok tengahnya hanya sekitar 10 cm sampai 12 cm tinggi volumenya.

Ketika tim metropostnews turun kelapangan menanyakan melihat hasil kerja, ditemukan fakta bahwa papan proyek tidak terpasang sama sekali, hal ini membuat masyarakat kesulitan untuk mengetahui detil program pengerjaan tersebut seperti berapa dana dan siapa yang mengerjakan.
“Jadi intinya masyarakat Rambatan Wetan blok Loa cuma menerima manfaatnya aja yang penting kalau warga sih jalan bagus, menurut informasi sih pelaksana lapangan namanya Danang” ucap salah seorang warga.
Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Indramayu, Karyanto mengatakan, “ini jelas ada indikasi kecurangan untuk meraup keuntungan pribadi, menyulap pekerjaan dengan segala cara dilakukan oknum kontraktor” ujarnya.

GNPK RI meminta kepada pihak yang terkait agar turun menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dari pembangunan jalan beton itu, apalagi tidak terpasangnya papan proyek informasi di lapangan.
“Padahal proyek yang digelar itu kan dari aspirasi, kenapa tidak memberikan contoh yang baik, malah sebaliknya berbuat kecurangan” jelasnya. (MT jahol)



