METROPOSTNews.com, Banyuwangi — Koordinator Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB), Bondan Madani meminta agar pemerintah kabupaten Banyuwangi angkat suara dalam polemik bantuan air bersih dari PT BSI untuk masyarakat Roworejo dan Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.
Bondan menganggap bungkamnya pemerintah semakin memperkeruh keadaan masyarakat yang ada disana. Terlebih stekholder pemerintah kabupaten Banyuwangi, baik eksekutif dan legislatif tidak ada yang bereaksi dengan keadaan masyarakat disana.
“Seharusnya pemerintah (eksekutif dan legislatif) turun tangan untuk mengetahui sumber permasalahan yang terjadi disana kemudian hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai penengah dan mencari solusi,” Kata Bondan dalam keterangannya, Jumat (26/11/2021).
Alumni muda HMI ini, juga menekankan pemerintah daerah untuk tanggap terkait permasalahan yang menimbulkan konflik di kalangan masyarakat. Pihaknya juga mengingatkan tentang kewajiban seorang pemimpin untuk bisa melayani dan mengayomi rakyatnya tanpa terkecuali.
“Pemberitaan di media sudah ramai dan viral, namun kenapa hingga saat ini bupati banyuwangi masih berpangku tangan. Dan kenapa anggota DPRD yang notabene wakil kita disana tidak ada inisiatif untuk menyurati bupati agar bertindak atau bahkan turun langsung untuk mendengar aspirasi masyarakat disana,” Ungkapnya.
Lebih lanjut Bondan mengatakan, kepada siapa lagi rakyat ini mengadu atau berkeluh kesah jika tidak kepada pemerintah. Apakah rakyat seperti kami ini hanya diambil suaranya pada saat pemilu saja.
“Terus apa gunanya kita punya Bupati dan wakil Bupati, apa gunanya kita punya 50 anggota DPR, jika satu saja dari mereka tidak ada yang peduli terhadap permasalahan rakyatnya. Apakah menunggu korban berjatuhan, penjenjangan semuanya baru bereaksi dan bertindak,” Tegas bondan.
Bahkan pernyataan bernada sedikit keras sampai terlontar dari Bondan, dirinya menyebutkan jika sampai satu minggu kedepan tidak progres, maka Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB) akan kembali turun kejalan,” Ancamnya.
“Dan jangan salahkan kami jika nantinya membuat gerakan Mossi tidak percaya kepada pemerintah kabupaten Banyuwangi baik eksekutif dan legislatif,” Pungkas bondan. (Ags)



