METROPOST1.COM, Majalengka — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Asep Eka Mulyana mengatakan buntut kejadian ambruknya gerai atau plaza di Panyaweuyan beberapa hari yang lalu, sejak hari kemarin para para konsultan perencana dan pengawas akhirnya dipanggil anggota Komisi 2 dan 3 DPRD Kabupaten Majalengka untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Termasuk juga dengan pihak-pihak terkait lainya, namun tidak ada satu pun yang datang alias mangkir, Kamis 11 November 2021.
Menurut dia, dengar pendapat dengan pihak – pihak terkait itu diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas PUTR dan pihak ketiga baik konsultan perencana dan pengawas termasuk pelaksana kegiatan namun sayang mereka tidak hadir memenuhi panggilan itu.
“Ketidak hadirnya konsultan perencana dan pengawas tidak hadir namun kami untuk sementara menyimpulkan bahwa ini ada semacam kegagalan perencanaan,” kata Asep Eka.
Dan untuk memastikan hal tersebut sudah meminta dokumen-dokumen yang terkait dengan kegiatan tersebut termasuk nanti kajian dengan pihak Dinas PUTR.
“Kami tidak mendapatkan informasi yang jelas, Kadis pariwisata sudah dihubungi berapa kali namun tetap tidak memberikan informasi ketidak hadiran konsultan itu,” ucap Wakil Ketua DPRD Majalengka.
“Kesimpulan sementara ini ada kegagalan perencanaan sehingga untuk memastikan tersebut, kami juga meminta dokumen dan kelengkapannya, dan tidak menutup kemungkinan kami meminta audit independen dalam hal ini sehingga kita bisa lebih mendapatkan kepastian sesungguhnya apa yang terjadi,” jelasnya. (Ade)



