METROPOST1.COM, Indramayu — Pergantian juru kunci Mbah Buyut Tambi periode 2021/2023 menyisakan banyak cerita di tengah masyarakat khususnya masyarakat sekitar Mbah Buyut atau masyarakat Desa Tambi itu sendiri.
Ritual budaya 2 tahunan sekali menjadi daya pikat masyarakat sekitar makam, siapakah juru kunci selanjutnya ?
Seperti dikatakan oleh Kuwu Desa Tambi kecamatan Sliyeg, Tarso dalam pelaksanaan pemilihan juru kunci Mbah Buyut Tambi sejak dulunya setiap pergantian dan pemilihan juru kunci Mbah Buyut Tambi dilaksanakan di aula Balai Desa.

Yang menarik di sini cara pemilihan juru kunci tidak menggunakan hak suara masyarakat sekitar makam tapi dengan cara dikocok, yang keluar pertama itu yang akan menjadi juru kunci Mbah Buyut Tambi, “adapun lelang juru kunci akan membayar Rp 150 juta itupun Pemerintah Desa hanya ketempatan saja. Semua hasil lelang dipergunakan oleh dan untuk perbaikan tembok makam hiburan dan acara Ritual lainya” jelas Tarso.
Lain halnya dengan ketua panitia lelang juru kunci Mbah buyut Tambi, Bambang Arwito, ia mengatakan jumlah pendaftar dan dikatakan layak maju sebanyak 11 kandidat / Calon, “memang uniknya pemilihan juru kunci Mbah Buyut Tambi tidak dipilih oleh masyarakat sekitar makam tapi dengan cara dikocok siapa yang keluar itu menjadi pemenang dan berhak menyandang predikat Juru kunci Mbah Buyut Tambi” katanya.

Disinggung mengenai sejak kapan aturan pemenang hasil kocokan harus membayar sampai Rp 150 juta, Bambang menjawab “ohh itu sejak saya belum lahir hal ini sudah menjadi cerita Pini sepuh, memang berbeda beda setiap tahunya tapi hal pembayaran pemenang pemilihan juru kunci Mbah Buyut Tambi sudah ada sejak dari awalnya” jelasnya.
Sementara itu pemenang lelang hasil kocokan dengan nomor urut 8 Madamin masih belum bisa memberikan komentar lantaran masyarakat pendukungnya masih dalam euforia kemenangan. ( Otong )



