METROPOST1.COM, Majalengka — Bupati Majalengka H. Karna Sobahi mengatakan, bahwa 24 Kabupaten atau Kota yang berada di Wilayah Provinsi Jawa Barat hanya 3 PPKM termasuk level 2 yakni, Cirebon, Banjar dan Pangandaran.
Penentuan PPKM level itu, ternyata standardnya bukan hanya masalah yang terkonfirmasi saja akan tetapi masalah mengenai vaksinasi juga.
“Jadi bukan lagi ukuran terkonfirmasi sekarang level itu, diarahkan kepada target vaksinasi,” dikatakan Bupati Majalengka H Karna Sobahi, pada Acara Pelantikan Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni HMI di Gedung Sidangkasih 7 Oktober 2021.
Menurut Karna, vaksinasi di Kabupaten Majalengka sendiri baru rata rata sekitar 27 persen sampai 28 persen yang berada di 24 Kabupaten atau Kota itu.
Selain itu dijelaskan dia, kesulitan dalam menurunkan masalah PPKM level ternyata bukan masalah dari vaksinator, anggaran dari pemda, fasilitas dan bukan masalah personil saja.
” Tapi masalah droping vaksinnya juga,” ucapanya.
Ketika Pemerintah Kabupaten Majalengka menanyakan mengapa yang ditimpa daerah vaksinya dari pusat ? Kalau bisa beli ya saya beli,” ya maklum ya gitu jawabannya,” tuturnya.
ini masalah vaksinasinya yang sulit.
Sedangkan orang yang meninggal di wilayah Kabupaten Majalengka pasca pemberlakuan PPKM level justru sekarang itu tidak ada.
Sedangkan untuk yang terkonfirmasi hanya 1 atau 2 orang saja.
Karena droping vaksinasi ke wilayah Kabupaten atau Kota itu terbatas.
“Tetap dengan PPKM level 3 kita standard di level 3. Objek wisata kembali di off,” jelasnya.
“Jadi bukan yang terkonfirmasi saja,” kata Bupati Majalengka.
Seperti dicontohkan dia, untuk Kota Cirebon sendiri kan kotanya kecil, stock vaksin yang dikirim dari pemerintah pusat ke Kabupaten Majalengka bisa memenuhi untuk wilayah seperti wilayah Cirebon, Banjar dan Pangandaran juga. (Ade)



