MetropostNews.com |Majalengka –Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bakal melayani sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) pada musim haji 2026. Total jemaah yang diberangkatkan diperkirakan mencapai sekitar 17.700 orang.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait kesiapan operasional haji tahun ini.
“Tadi pagi kita juga sudah rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder yang terlibat dalam penerbangan haji tahun ini,” ujar Nuril saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, jumlah kloter tahun ini meningkat signifikan dibandingkan musim haji 2025 yang hanya melayani 24 kloter. Pemberangkatan jemaah dijadwalkan mulai 22 April hingga 20 Mei 2026, sementara kepulangan berlangsung dari 1 Juni sampai 30 Juni 2026.
“Tahun ini merupakan yang terbanyak di antara tiga edisi ibadah haji yang terbang dari BIJB. Bertambahnya jumlah kloter ini seiring dengan progres pembangunan di Asrama Haji Indramayu,” katanya.
Nuril memastikan seluruh kesiapan di bandara telah terpenuhi, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan maskapai penerbangan.
“Untuk tahun ini semuanya sudah siap, insya Allah kita siap memberangkatkan sebanyak 40 kloter,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar, Elfin Fakhrudin, memastikan kesiapan Asrama Haji Indramayu sebagai embarkasi.
Jemaah dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan keesokan harinya melalui BIJB Kertajati. Total 40 kloter tersebut berasal dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Yang berangkat dari Asrama Haji atau Embarkasi Haji ini total ada 40 kloter dengan rata-rata satu harinya itu bisa dua kloter,” ujar Elfin saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, terdapat delapan kabupaten/kota lain di Jawa Barat yang masih diberangkatkan melalui Asrama Haji Bekasi, di antaranya Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Cianjur, Sukabumi, dan Karawang.
Dari sisi fasilitas, Asrama Haji Indramayu dinilai telah siap mendukung operasional haji tahun ini. Saat ini tersedia empat gedung penginapan dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 orang.
“Jumlah itu hampir satu kloter. Jadi kalau untuk penerbangan tahun ini, satu harinya sekitar 1-2 kloter itu insya Allah memadai,” jelasnya.
Selain itu, tersedia dua aula untuk proses keberangkatan dan kepulangan, fasilitas untuk petugas, dapur, klinik, serta area manasik yang dapat digunakan jemaah maupun masyarakat umum.
Elfin juga memastikan ketersediaan air bersih tidak lagi menjadi kendala setelah adanya kerja sama dengan PDAM.
“Insya Allah semuanya sudah tersambung. Seluruh gedung sudah tersambung semua,” ujarnya.
Meski demikian, pembangunan masjid di kawasan asrama belum sepenuhnya rampung karena keterbatasan anggaran. Pihaknya memastikan fasilitas tersebut tetap akan dimaksimalkan agar bisa digunakan jemaah untuk salat selama masa operasional haji.
“Itu akan coba kami maksimalkan agar nanti bisa digunakan pada saat pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji,” pungkasnya.
(Arrie tharina)

