Metrpostnews.com | Lebak – Sebanyak 100 sekolah terbaik dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten mengikuti Festival Baris Banten untuk memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Banten Andra Soni. Kegiatan tersebut digelar di SMKN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (5/10/2025).
Ketua Pelaksana Festival Baris Banten, Wahyu Priyana, mengatakan seluruh peserta yang tampil dalam lomba baris tersebut sudah menunjukkan kemampuan yang matang dan terlatih.
“Kami menilai semua peserta tampil maksimal dan terlatih dalam memperebutkan Piala Gubernur Banten Andra Soni,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, para pelatih dari masing-masing sekolah tampak serius mempersiapkan peserta agar tampil dengan penampilan terbaik. Menurutnya, lomba ini tidak hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, dan konsistensi di kalangan pelajar.
Ia menyebutkan, Festival Baris Banten akan dijadikan agenda tahunan. Tahun depan, penyelenggaraan festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Kota Cilegon.
“Kami mempersiapkan peserta terbaik dari peringkat satu hingga lima belas untuk memperebutkan Piala Gubernur Banten,” kata Wahyu.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Baris Berbaris Banten, Mardiamin Nugroho, menjelaskan peserta festival terdiri atas pasukan pengibar bendera (paskibra) sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, yakni 25 sekolah tingkat SD/MI, 35 sekolah tingkat SMP/MTs, dan 40 sekolah tingkat SMA/SMK/MA.
Dalam pelaksanaannya, lomba melibatkan delapan orang juri dari Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Tim juri menilai peserta berdasarkan beberapa aspek, antara lain kekompakan, kedisiplinan, teknik, keindahan, penguasaan lapangan, komando peleton (Danton), serta kesesuaian tema penampilan.
“Kami berharap Festival Baris Banten dapat menumbuhkan jiwa kreativitas pelajar untuk terus berkarya, berinovasi, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar Mardiamin.
Dari Kabupaten Tangerang, pelatih SMK PGRI 1 Balaraja, Saepudin, menampilkan formasi baris dengan tema “TNI Gagah Perkasa”. Penampilan tersebut menonjolkan semangat disiplin, kekompakan, serta jiwa korsa layaknya prajurit TNI yang berjuang di darat, laut, dan udara.
“Kami mempersiapkan latihan selama tiga pekan. Anak-anak cepat beradaptasi dan tampil dengan baik,” kata Saepudin.
Sementara itu, pelatih SMKN 1 Rangkasbitung, Dani, mengusung tema “Masyarakat Badui dalam Kebersamaan dan Kedisiplinan”. Dalam penampilan tersebut, para peserta mengenakan pakaian khas Badui berupa baju kampret hitam dan ikat kepala kain hitam.
“Kami ingin menampilkan filosofi kehidupan Suku Badui yang sarat nilai gotong royong dan kedisiplinan. Harapannya, tema ini bisa membawa kami meraih Piala Gubernur Banten,” ujar Dani. (Apuh)

