Lebak – Wakil Bupati (Wabup) Lebak, Ade Sumardi mengatakan jika pihaknya mendorong pelaku UMKM gula aren agar berkembang serta dapat meningkatkan perekonomian daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masih kata Ade, produksi gula aren saat ini memang menjadi andalan ekonomi masyarakat karena diberbagai wilayah Lebak terdapat perkebunan tanaman aren. Dengan begitu para petani dan pelaku UMKM gula aren dengan mudah mendapatan bahan baku gula aren tersebut.
“Kita dorong pelaku UMKM gula aren untuk berkembang, kita fasilitas sarana dan prasarananya. Tentu bukan tanpa sebab kita mendorongnya, hal tersebut dikarenakan bahan baku gula aren di Lebak sangat melimpah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani terhadap bahan baku gula aren,” kata Ade Sumardi kepada wartawan, Senin (19/06/2023).
Menurut Ade, banyak kecamatan di Kabupaten Lebak yang memiliki perkebunan aren sebagai sumber bahan baku gula. Sehingga, perputaran uang dari hasil produksi gula aren di Lebak mencapai miliaran rupiah per tahun. Keberadaan industri gula aren ini juga menyerap ribuan tenaga kerja sehingga upah pekerja ini ikut meneteskan rezeki ke berbagai sektor.
Ade juga melihat bahwa perajin gula aren di Lebak bisa berkembang karena permintaan pasar lokal dan ekspor cukup tinggi. Bahkan untuk menunjang serta menaikan produknya, Pemkab Lebak telah menetapkan gula aren sebagai produk unggulan daerah. Terlebih keberadaannya memberi tetesan ke berbagai pihak (multiplier effects).
“Semua pihak khusunya pelaku UMKM dapat merasakan rejeki di gula aren ini, ribuan pekerja, mulai dari petani, pelaku UMKM, pemanjat pohon, buruh angkut, sopir, pedagang, hingga tengkulak berada dalam mata rantai bisnis gula aren,” ucap Ade.
Salah satu keunggulan gula aren asal Lebak, lanjut Ade, karena dinilai alami dan organik karena bahan baku gula aren ini dihasilkan dari perkebunan tanpa terpapar pupuk kimia. Apalagi kata Ade, perkebunan aren terletak di kawasan pegunungan dan perbukitan atau di atas 600 permukaan laut.
Hingga saat ini, lanjut Ade lagi, berdasarkan data yang ada di dinas teknis terkait, jumlah pelaku UMKM gula aren tercatat 5.815 unit dengan omzet menembus Rp96 miliar per tahun. Semua pelaku usaha gula aren diberikan sertifikasi halal dan sertifikasi organik, guna menembus pasar nasional dan ekspor.
“Produksi gula aren terbukti mampu mengatasi kemiskinan,” kata Ade meyakinkan.
Terpisah, Ketua Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala Kabupaten Lebak, Anwar Aan mengatakan, pihaknya mampu mengekspor produk olahan berbahan dasar gula aren ke berbagai negara setelah memperoleh sertifikat pangan organik internasional dari pemerintah tahun 2015 sehingga kepercayaan konsumen di luar negeri cukup tinggi.
Belum lama ini pihaknya memenuhi permintaan ekspor ke Korea Selatan sebanyak 2,5 ton. Selain itu juga memasok ke Belanda sekitar 20 ton. Bahkan, pengiriman dilakukan secara rutin per bulan sesuai dengan permintaan.
Produksi gula cetak asal Lebak diminati warga Belanda karena produk ini masuk kategori makanan organik dan tidak terdapat bahan-bahan kimia. Gula aren di Negeri Kincir Angin itu digunakan sebagai bahan pemanis minuman dan aneka makanan, keunggulannya, selain manis juga tahan lama. (Ajat)
