Metropostnews.com /Sumedang – Macan kumbang liar berukuran seekor domba dewasa mati usai menerkam dan sempat berduel dengan tiga orang petani warga Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Akibat duel tersebut, 3 warga petani pun luka-luka.
Dari berbagai informasi, Sabtu (10/9/2022), macan kumbang berwarna hitam pekat di sekujur tubuhnya itu telah mati. Dari video yang beredar di sosial media tubuh macan kumbang tersebut tidak terlampau besar.
“Semula saya lagi kerja di kebun, tiba-tiba ada macan nyerang ternak dan menyerang saya,” kata Udes Saepudin (32) salah satu korban ketika ditemui di kediamannya. Kejadian duel macan kumbang dengan tiga petani warga itu terjadi, Rabu (7/9/2022) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Masih berdasarkan video yang dilihat macan kumbang tersebut sudah dalam kondisi mati. Kucing besar itu sebelumnya ditenggelamkan oleh korban hingga mati. Selain Udes, dua warga yang terlibat duel dengan macan kumbang itu adalah Adi (32) dan Didin (52).
Saat penerkaman, korban sedang bekerja di sebuah kebun alpukat. Diberitakan sebelumnya, seekor macan kumbang menyerang tiga petani warga di Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Macan kumbang itu menyerang dan membuat warga luka-luka. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/9/2022) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, tiga warga yang berada di sebuah kebun tiba-tiba diserang oleh seekor macan kumbang atau macan tutul Jawa.
Dari video yang didapat macan kumbang itu berwarna hitam pekat di sekujur tubuhnya. Namun macan yang menyerang warga itu ukurannya tidak terlalu besar yang hanya seukuran domba.
Dalam video, macan kumbang tersebut sudah dalam kondisi mati setelah sebelumnya ditenggelamkan oleh korban. Sebelum ditenggelamkan, macan itu terlibat perkelahian dengan dua orang korban.
Udes menceritakan, saat diserang oleh macan kumbang itu dirinya mencoba melawan untuk melepaskan diri. Dua temannya itu lantas berusaha membantunya. Namun macan kumbang tersebut justru menyerang ketiganya secara bergantian. Udes mengatakan, ketiganya mencoba melawan balik macan kumbang itu. Udes dan Didin lalu memiting leher macan itu dan membawanya ke sungai.
“Dimasukin ke air dan ditenggelamkan akhirmya mati,” ucap Udes. Akibat serangan itu, Udes dan dua temannya mengalami luka-luka. Namun luka yang dialami Udes paling parah. Ia harus mendapat delapan jahitan di bagian kepala dan pelipis mata kanannya. Udes pun sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini bangkai macan kumbang tersebut diketahui telah dibawa oleh BBKSDA Jabar.**
