MetropostNews.com | Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menetapkan fokus pembangunan tahun 2026 mengacu pada visi daerah “Lebak yang Ruhay”. Fokus pembangunan itu meliputi tiga prioritas utama yaitu ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.
Penjabat Sekda Lebak, Nelson Nainggolan menegaskan, pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan. Hal itu disampaikannya saat membuka Musrenbang Non APBD 2026 Kabupaten Lebak.
“Musrenbang Non-APBD ini bukan hanya formalitas, tetapi ruang bersama untuk memastikan setiap program pembangunan dapat berdampak langsung bagi masyarakat. Kami ingin seluruh pihak, termasuk dunia usaha, aktif terlibat dalam pencapaian visi Lebak yang maju dan sejahtera,” ujar Halson, Jumat (14/11/2025)
Musrenbang Non-APBD menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya, agar pembangunan Kabupaten Lebak berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Pada prioritas pertama, pemerintah daerah menekankan penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan dan distribusi pangan strategis, dengan fokus utama pada komoditas beras.
Upaya tersebut meliputi perlindungan lahan pertanian berkelanjutan dari alih fungsi, penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, penyediaan bibit unggul, modernisasi alat pertanian, serta dukungan pembiayaan usaha tani melalui BUMD.
Prioritas kedua difokuskan pada pembangunan dan revitalisasi infrastruktur, terutama pada jalan strategis desa dan kabupaten untuk memperlancar akses menuju sentra ekonomi, pusat pendidikan, dan layanan kesehatan. Pemerintah menilai perbaikan konektivitas menjadi kunci pemerataan pembangunan di wilayah Lebak.
Prioritas ketiga diarahkan pada pengentasan kemiskinan melalui strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta penghapusan kantong-kantong kemiskinan secara bertahap dan terukur.
Halson juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
“Kami mendorong TJSL agar lebih tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara nyata oleh warga Lebak,” ucapnya.
Humas PT Samudra Banten Jaya(SBJ) Nurjaya Ibo mengaku akan mengikuti arahan dari Pemkab Lebak. Selama ini kata dia, perusahaan ikut terlibat aktif untuk membantu masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. (Ajat)

