METROPOSTNews.com | Purwadadi – Kebijakan pemerintah mengenai pelaku perjalanan tak perlu menyertakan tes Antigen dan PCR lagi disambut baik oleh calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Banjar, Jawa Barat.
Seperti disampaikan kasid ramadhan , warga Neglasari, Kelurahan kutawaringin, kecamatan Purwadadi , yang akan melakukan perjalanan menuju surabaya, dengan menggunakan transportasi kereta api.
“Beberapa bulan terakhir memang harus tes PCR. Tapi alhamdulillah sekarang udah nggak yang penting udah divaksin dosis kedua dan booster,” kata kasid kepada wartawan, Sabtu (22/5/2022).
Kasid menjelaskan, kebijakan naik KA tak perlu tes antigen dan PCR tersebut lebih mempermudah. Selain itu juga tidak menambah beban biaya yang harus dikeluarkan saat akan bepergian dan lebih efektif karena tidak memakan waktu lagi sebelum keberangkatan
Stasiun Banjar adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Hegarsari, Pataruman, Kota Banjar. Stasiun yang terletak pada ketinggian +32 meter ini adalah stasiun paling timur dan stasiun aktif yang memiliki ketinggian terendah di Daerah Operasi II Bandung.
Stasiun ini memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.
Sebagai stasiun kelas besar, stasiun ini dapat berfungsi sebagai tempat berhenti kereta api untuk berganti masinis. Terkadang, di stasiun ini juga dilakukan penambahan lokomotif atau kereta/gerbong di jalur selatan. Terdapat percabangan jalur rel menuju dari stasiun ini menuju Pangandaran hingga Cijulang yang sudah tidak aktif sejak tanggal 3 Februari 1981. Terdapat depo lokomotif dan bekas pemutar rel di stasiun ini. Dahulu di depan stasiun ini terdapat sebuah jalur yang menghubungkan pemutar rel dengan jalur cabang nonaktif Banjar–Cijulang.
Sistem persinyalan stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi Westinghouse Rail Systems.
(Rhatna dewy)
