Metropostnews.com/Cirebon – Presiden RI Jokowi memperbolehkan para menterinya untuk berkampanye menanggapi hal itu, Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar menyebut itu sebagai hak konstitusional Presiden RI dan juga warga negara untuk boleh memilih dan juga dipilih.
“Jadi itu adalah hak konstitusional, perlu diketahui juga, bahwa berbagai Presiden basisnya partai politik,” kata Airlangga saat menghadiri acara Konsolidasi Akbar Pemenangan Caleg Daerah dan pusat di salah satu Hotel, Jl. Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (24/1/24) sore.
Ia pun menyebutkan, diantaranya, Presiden Soekarno dengan PNI, Presiden Soeharto dengan Partai Golkar, ibu Megawati PDI dan seterusnya
“Jadi itu sesuatu yang dibolehkan berdasarkan posisi. Keberpihakan dan aktif di politik bukan hal yang dikarang oleh konstitusi,” tandasnya.
Sementara dalam sambutannya dihadapan ratusan kader Partai Golkar yang berasal dari Dapil Jabar Vlll, Airlangga mengajak untuk menenangkan pasangan Capres Cawapres Prabowo – Gibran Rakabuming Raka dalam satu putaran.
“Elektabilitas Prabowo Gibran perhari ini mencapai 46%, berdasarkan survei pendukung Golkar yang memilih Prabowo Gibran sudah 70% targetnya kita tingkatkan jadi 80% supaya sekali putaran,” ucapnya.
Kepada para pemilih Golkar, lanjutnya, ia meminta angka 80% tersebut untuk memilih pasangan Capres Cawapres yang diusungnya.
“Kita harus kuasai dan menangkan Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi,” pungkasnya.
(Cepi)

