METROPOSTNews.com | Indramayu – Siswa Didik SMP Negeri 1 Sukagumiwang Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu merasa Risih dengan adanya biaya infak apalagi guru pengajar memberikan tekanan kepada siswa Didik agar bersedekah .
Hal itu di ungkapkan oleh siswa didik kelas 2 atau kelas 8 Yayan dengan mata berbinar mengatakan apapun bentuknya kenclengan infak atau di kumpulkan di halaman sekolah tetap saja kita kena kewajiban membayar infak memang sih tidak ada kewajiban cuman kalau teman teman pada bayar infak kita sendiri dalam kelas apa gak malu ? Betuuuull itu di jawab serentak teman temannya.
Hal yang sama juga di sampaikan orangtua wali murid kelas 1 atau kelas7 yang anak Perempuannya Bersekolah pada SMP Negeri 1 Sukagumiwang mengatakan Harusnya pihak sekolah meniadakan mengenai infak Sodagoh atau pungutan apapun sebab anak saya kalau tidak bawa uang ke Sekolah pas hari bayar infak lebih baik nggak Sekolah . Katanya
Ketika hal seperti ini saya Tanyakan langsung kepada pihak Sekolah SMP Negeri 1 Sukagumiwang sangat di sayangkan kepala Sekolah Casipan S,PD tidak mau menemui Sedangkan guru Piket H Ta’lim menguraikan Permasalahan Sodagoh / Infak membenarkan , Betul masih menerapkan biaya Infak / Sodagoh hal ini tidak memberatkan siswa siswi Didik Disinggung tentang keberadaan WC / Toilet untuk siswa siswi buang Air dengan tegas mengatakan ‘ Kebersihan kami dan Rekan guru sering menegur siswa siswi yang buang air sembarangan bahkan sekolah SMP Negeri 1 Sukagumiwang juara dalam hal kebersihan.” katanya
Di Tempat Terpisah Ketua DPD Topan RI Kabupaten Indramayu Dedi Harsono menyoroti tentang biaya infak / Sodaqoh sebaiknya pihak Sekolah tidak lagi menerapkan biaya Infak biarpun nilainya kecil tapi kalau seluruh siswa hasil infak /Sodaqoh di kumpulkan ya banyak . jelasnya
(Otong)

