METROPOSTNews.com | Banjar – Kegiatan lingkaran setan di SMAN 1 Ciamis, kabupaten Ciamis Jawa barat, telah memakan korban berisi berinisial F merupakan siswa kelas X di SMA negeri 1 Ciamis dan putra dari Any Susani warga desa Babakan, kec/kab Pangandaran Jawa barat, dan kini korban ditemani ibunya di RSUD pandega Pangandaran, menjalani perawatan medis.
“Terakhir saya komunikasi anak saya sempat bilang bahwa dia akan dilantik dan berharap menjadi pimpinan Saga” ujarnya saat ditemui wartawan di RSUD Pandega Pangandaran (12/1/2022).

Pada saat itu pihak sekolah menyatakan pada hari Kamis (6/1/2022) sudah tidak ada lagi aktivitas, tapi menurut pengakuan F pada hari Sabtu (8/1/2022) para senior oknum Pramuka mengadakan sebuah kegiatan, yang diberi nama lingkaran setan,
“Saling tarik, pukul kudu tarik sih gaplok, anu tangguh oke dipilih jadi pemimpin Saga” ujar M yang merupakan salah satu korban dari kegiatan tersebut,
Dari 75 anggota pramuka yang tersisa itu salah satunya M yang mengalami robek di bagian bibir, dan juga F yang sekarang dirawat di RSUD pandega Pangandaran.
Kejadian ini mendapat sorotan dari wakil gubernur Jawa barat UU Ruzhanul Ulum, dan kemarin dia telah mendatangi SMA negeri 1 Ciamis.
“Saya diperintahkan gubernur untuk datang dan memberi pembinaan kepada guru, pembina dan siswa” ucap UU ruzhanul Ulum kepada awak media.
Uu, sapaan akrabnya menghimbau agar peristiwa ini tidak boleh sampai terulang kembali, apapun kegiatan ekstrakurikuler harus dengan sepengetahuan dan seijin pihak sekolah, karena dalam kejadian ini pun ada oknum yang merupakan alumni dari SMA sekolah tersebut, dan itu tidak diketahui oleh pihak sekolah,
Bercermin dari kejadian ini beliau meminta agar kegiatan lingkaran setan yang digelar oleh Pramuka dihentikan dan beliau menghimbau agar seluruh siswa terutama korban tetap semangat belajar.
“Sementara itu kasus ini telah ditangani oleh sat Reskrim Polres Ciamis dan unit perlindungan anak dan perempuan (PPA)” Pungkasnya menutup wawancara kami. (RD)



